Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Prospek Cerah Negosiasi Dagang AS-China Dongkrak Rupiah


Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.070 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot, Senin (18/11) pagi. Posisi tersebut menguat 6 poin atau 0,05 persen dibanding penutupan Jumat (15/11), Rp14.076 per dolar AS.

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau won Korea menguat 0,16 persen, peso Filipina 0,08 persen, baht Thailand 0,03 persen, ringgit Malaysia 0,03 persen, dan yen Jepang menguat tipis 0,01 persen.

Sementara itu, pelemahan terjadi pada lira Turki sebesar 0,05 persen dan dolar Hong Kong sebesar 0,04 persen. Pelemahan juga terjadi pada dolar Singapura sebesar 0,02 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris terpantau menguat 0,10 persen, euro 0,06 persen, dan dolar Kanada menguat 0,03 persen. Pelemahan hanya terjadi pada dolar Australia, yang melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah didorong oleh sentimen dari optimisme negosiasi dagang antara AS dan China.

"Akhir pekan lalu kedua pejabat, AS dan China masing-masing mengungkapkan bahwa kesepakatan dagang sudah dekat," kata Ariston saat dihubungi
Kendati demikian, Ariston menilai pasar masih belum mendapatkan kejelasan kapan penandatangan antara kedua negara. Hal tersebut membuat penguatan rupiah kemungkinan besar terbatas.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.070 per dolar AS pada hari ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini