Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Facebook Ungkap Ada Pihak Ketiga Bisa Akses Data Anggota Grup


Facebook baru-baru ini menemukan pihak ketiga mengambil informasi pengguna di dalam grup. Data yang bisa diambil adalah nama, dan foto profil yang berhubungan dengan aktivitas grup.

Pihak ketiga ini adalah para pengembang Application Programming Interface (API), yang menyediakan antarmuka antara Facebook dan aplikasi yang dapat diintegrasikan dengan grup.

Dilansir dari situs resmi Facebook, sebelum April 2018, admin grup dapat mengotorisasi aplikasi untuk grup, yang memberi pengembang aplikasi untuk mengakses ke informasi dalam grup.


Akan tetapi sebagai bagian dari perubahan pada API Grup setelah April 2018, jika admin mengizinkan akses ini, maka aplikasi itu hanya akan mendapatkan informasi, seperti nama grup, jumlah pengguna, dan konten posting.
Pada kenyatannya, para aplikasi ini ternyata mempertahankan akses informasi grup seperti nama dan gambar profil. Facebook mengakui telah menghapus atau membatasi para pengembang API tersebut.

"Kami telah menghapus akses mereka. Hari ini kami juga menjangkau sekitar 100 mitra yang mungkin telah mengakses informasi ini karena kami mengumumkan pembatasan pada API Grup, meskipun kemungkinan jumlah yang sebenarnya lebih kecil dan menurun seiring waktu,"  kata Kepala Kemitraan Platform Facebook, Konstantinos Papamiltiadis.

Papamiltiadis mengatakan Facebook menemukan setidaknya ada 11 mitra yang mengakses informasi anggota grup dalam 60 hari terakhir. Meskipun Facebook tidak menemukan penyalahgunaan data tersebut, Facebook tetap meminta penghapusan data.

"Kami akan meminta mereka untuk menghapus data anggota yang mungkin mereka simpan dan kami akan melakukan audit untuk mengonfirmasi bahwa itu telah dihapus," tuturnya.




Pengembang API ini terutama mengenai manajemen media sosial dan aplikasi streaming video untuk memudahkan admin grup untuk mengelola grup mereka secara lebih efektif dan membantu anggota membagikan video ke grup mereka.

"Misalnya, jika bisnis mengelola komunitas besar yang terdiri dari banyak anggota di beberapa grup, mereka dapat menggunakan aplikasi manajemen media sosial untuk menyediakan customer service," kata Papamiltiadis.

Papamiltiadis mengatakan akses ini memudahkan dan memberi manfaat bagi orang dan grup di Facebook. Akan tetapi, Facebook telah membuat keputusan untuk menghapus akses tersebut.

"Kami bertujuan untuk mempertahankan standar keamanan yang tinggi pada platform kami dan memperlakukan pengembang kami secara adil." katanya.

Papamiltiadis mengatakan Facebook harus lebih banyak akuntabilitas dan transparansi dalam membangun dan memelihara produk berdasarkan perjanjian antara Facebook dengan FTC (Komisi Perdagangan Federal)

"Kami berharap dapat menemukan lebih banyak contoh di mana kami dapat meningkatkan, baik melalui produk kami atau mengubah cara data diakses," tuturnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025