Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Facebook Ungkap Ada Pihak Ketiga Bisa Akses Data Anggota Grup


Facebook baru-baru ini menemukan pihak ketiga mengambil informasi pengguna di dalam grup. Data yang bisa diambil adalah nama, dan foto profil yang berhubungan dengan aktivitas grup.

Pihak ketiga ini adalah para pengembang Application Programming Interface (API), yang menyediakan antarmuka antara Facebook dan aplikasi yang dapat diintegrasikan dengan grup.

Dilansir dari situs resmi Facebook, sebelum April 2018, admin grup dapat mengotorisasi aplikasi untuk grup, yang memberi pengembang aplikasi untuk mengakses ke informasi dalam grup.


Akan tetapi sebagai bagian dari perubahan pada API Grup setelah April 2018, jika admin mengizinkan akses ini, maka aplikasi itu hanya akan mendapatkan informasi, seperti nama grup, jumlah pengguna, dan konten posting.
Pada kenyatannya, para aplikasi ini ternyata mempertahankan akses informasi grup seperti nama dan gambar profil. Facebook mengakui telah menghapus atau membatasi para pengembang API tersebut.

"Kami telah menghapus akses mereka. Hari ini kami juga menjangkau sekitar 100 mitra yang mungkin telah mengakses informasi ini karena kami mengumumkan pembatasan pada API Grup, meskipun kemungkinan jumlah yang sebenarnya lebih kecil dan menurun seiring waktu,"  kata Kepala Kemitraan Platform Facebook, Konstantinos Papamiltiadis.

Papamiltiadis mengatakan Facebook menemukan setidaknya ada 11 mitra yang mengakses informasi anggota grup dalam 60 hari terakhir. Meskipun Facebook tidak menemukan penyalahgunaan data tersebut, Facebook tetap meminta penghapusan data.

"Kami akan meminta mereka untuk menghapus data anggota yang mungkin mereka simpan dan kami akan melakukan audit untuk mengonfirmasi bahwa itu telah dihapus," tuturnya.




Pengembang API ini terutama mengenai manajemen media sosial dan aplikasi streaming video untuk memudahkan admin grup untuk mengelola grup mereka secara lebih efektif dan membantu anggota membagikan video ke grup mereka.

"Misalnya, jika bisnis mengelola komunitas besar yang terdiri dari banyak anggota di beberapa grup, mereka dapat menggunakan aplikasi manajemen media sosial untuk menyediakan customer service," kata Papamiltiadis.

Papamiltiadis mengatakan akses ini memudahkan dan memberi manfaat bagi orang dan grup di Facebook. Akan tetapi, Facebook telah membuat keputusan untuk menghapus akses tersebut.

"Kami bertujuan untuk mempertahankan standar keamanan yang tinggi pada platform kami dan memperlakukan pengembang kami secara adil." katanya.

Papamiltiadis mengatakan Facebook harus lebih banyak akuntabilitas dan transparansi dalam membangun dan memelihara produk berdasarkan perjanjian antara Facebook dengan FTC (Komisi Perdagangan Federal)

"Kami berharap dapat menemukan lebih banyak contoh di mana kami dapat meningkatkan, baik melalui produk kami atau mengubah cara data diakses," tuturnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini