Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Suzuki Kehilangan Minat Bikin Motor Seperti Royal Enfield


Dua raksasa otomotif roda dua, Suzuki dan Honda kehilangan minat menciptakan produk bergaya klasik yang terinspirasi sepeda motor Royal Enfield. Penyebabnya, model klasik tak lagi dipandang tren sebab kenyataannya penjualan Royal Enfield terus menyusut.

Kedua merek asal Jepang itu mengaku sudah memantau penjualan Royal Enfield, terutama untuk pasar India. Bukan cuma penjualan, popularitas merek yang dimulai dari Inggris ini juga dinilai semakin meredup.
"Kami mempelajari segmen itu. Penjualan Royal Enfield telah turun secara bertahap," kata Managing Officer bidang pemasaran India Suzuki Motor Satoshi Uchida mengutip Moneycontrol, Senin (25/11).


Bagi Honda dan Suzuki, konsumen sudah jenuh dengan bahasa desain yang ditawarkan Royal Enfield ke konsumen sehingga penjualan mereka turun sejak tahun lalu. Hal itu juga disebut dirasakan oleh Harley-Davidson.

Pada tahun ini penjualan sepeda motor Royal Enfield di India periode April-Oktober sudah susut 20 persen jadi 394.760 unit. Sedangkan popularitas Harley-Davidson di dunia juga menurun dinilai dari penjualannya yang drop enam persen menjadi 121 ribu unit sepanjang 2019.

Royal Enfield bermain pada sepeda motor besar dengan desain klasik. Ada berbagai jenis yang ditawarkan mulai adventure, cruiser, serta cafe racer. Beberapa model anyar Royal Enfield di antaranya Himalayan, Thunderbird, Continental GT, hingga Classic 350.
"Banyak pelanggan India yang sedikit lelah dengan desain dan gaya sekarang, sebelumnya mereka sangat populer. Sejak awal tahun lalu, penjualan [Royal Enfield] menurun," kata Uchida.

"Mereka harus berubah untuk populasi yang lebih muda, mungkin menjadi lebih sporty. Kami harus berhati-hati dan berpikir jika kami membutuhkan produk jenis klasik. Kami harus melakukan penelitian yang tepat," ucap Uchida kemudian.

Honda sebelumnya sudah berencana merancang pesaing Royal Enfield sejak dua tahun lalu dan diharapkan bisa rilis pada 2020. Namun, deretan produk 2020 Honda yang dipamerkan di EICMA, Italia belum lama ini tak menampilkan motor dengan desain untuk menggerus pasar klasik Royal Enfield.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini