Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ada Recall, Daihatsu Akui Sulit Ajak Konsumen ke Bengkel


Recall Daihatsu Gran Max 1.5L dan Luxio sudah satu pekan terjadi sejak Jumat (1/11). Dalam satu pekan ini, 40 unit telah diperbaiki dalam program penarikan kembali Astra Daihatsu Motor (ADM).

Daihatsu sebelumnya mengumumkan perbaikan untuk dua mobil itu dengan jumlah yang bermasalah mencapai 36.915 unit untuk produksi Maret 2018 sampai April 2019.

"Data yang tadi saya lihat ada 800an konsumen yang kami telepon, tapi yang sudah masuk bengkel baru 40 unit Gran Max," kata Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra di Jakarta, Kamis (7/11).

Menurut dia pabrikan agak 'kesulitan' meyakini pemilik Gran Max 1.5L dan Luxio agar segera mengunjungi ke bengkel resmi untuk dilakukan perbaikan, sebab mobil itu aktif digunakan harian sebagai 'mobil pekerja'. Konsumen baru akan ke bengkel jika mobil sudah masuk masa servis.

"Ya mobil Gran Max atau Luxio biasa digunakan komersial untuk bisnis, jadi agak susah karena digunakan harian buat cari duit. Beda dengan konsumen mobil penumpang," katanya.

Kendati demikian, dijelaskan Amelia bahwa pihaknya akan terus 'mengebut' pekerjaan demi kenyamanan pengguna kendaraan. Proses perbaikan sudah bisa diprediksi mencapai 14 jam, sampai harus 'turun mesin'.
"Ya pokoknya target sampai selesai. Kalau sedikit kerjanya tidak banyak, paling dua tahun udah 98 persen seperti (recall) Sirion," ucap Amelia.

Recall karena cacat produksi pada komponen connecting rod atau 'stang seher'. Komponen itu disebut riskan patah.

Sudah lima mobil mengalami mesin mati saat jarak tempuh di atas 10 ribu km akibat kerusakan komponen itu. Sedangkan satu mobil lainnya hanya mengeluarkan bunyi tidak normal. Perlu dipahami 'stang seher' pada mesin berguna untuk menghubungkan piston dengan crank shaft.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini