Postingan

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.776 Per Dolar AS Hari Ini (2/2), Asia Bervariasi

  Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini. Senin (2/2/2026), rupiah dibuka di level Rp 16.776 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,06% dibanding penutupan hari Jumat (30/1/2026) yang berada di level Rp 16.786 per dolar AS.  Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,11%. Selanjutnya ada dolar Hongkong yang terkerek 0,06% dan baht Thailand yang naik 0,03%. Berikutnya ada peso Filipina yang terlihat menguat tipis 0,02% terhadap the greenback . Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,83%. Disusul dolar Taiwan yang tertekan 0,36%. Kemudian yen Jepang yang tergelincir 0,16% dan dolar Singapura melemah 0,05% pada pagi ini.

Sebut Ada Krisis Kepercayaan di BEI, Danantara Dorong Reformasi Pasar Modal

  Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyampaikan alasan pihaknya mendorong reformasi pasar modal Indonesia . Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan, krisis kepercayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) perlu dipandang sebagai momentum untuk melakukan reformasi pasar modal secara menyeluruh. “Ini bukan sekadar persoalan satu atau dua saham, dan bukan semata urusan bursa atau indeks global. Namun, menyangkut kepercayaan terhadap sistem pasar modal nasional dan kredibilitas negara,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Senin (2/2/2026). Pandu menegaskan, agenda reformasi tersebut bukan lahir dari kepentingan atau preferensi Danantara Indonesia.  Sebagai market participant , Danantara mengaku hanya menyuarakan apa yang dibutuhkan oleh pasar agar pasar modal Indonesia menjadi lebih dalam, lebih likuid, dan lebih kredibel.  “Reformasi ini merupakan kepentingan ekosistem, bukan kepentingan satu institusi,” ...

Bursa Asia Bergerak Beragam pada Senin (2/2) Pagi, Mayoritas Indeks Melemah

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Senin (2/2/2026) pagi. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 naik 872,12 poin atau 1,63% ke 54.196,44, Hang Seng turun 289,77 poin atau 1,06% ke 27.097,34, Taiex turun 305,22 poin atau 1,10% ke 31.743,29, Kospi turun 62,67 poin atau 1,20% ke 5.161,74, ASX 200 turun 76,25 poin atau 0,86% ke 8.792,90, Straits Times naik 6,12 poin atau 0,13% ke 4,911,35 dan FTSE Malaysia naik 9,99 poin atau 0,58% ke 1.740,88. Mayoritas bursa Asia bergerak beragam dengan mayoritas indeks melemah, mengekor pelemahan Wall Street . Pasar tengah mencermati rilis laporan pendapatan perusahaan, pertemuan bank sentral dan rilis data ekonomi utama. Mengutip Reuters , para pelaku pasar juga menunjuk pada penghentian perdagangan dana berjangka perak UBS SDIC di China sebagai salah satu penyebab penurunan bursa saham.  Berlanjut Harga minyak juga turun hampir 3% karena Presiden Donald Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa Iran serius berbicara dengan...