Postingan

Meneropong Prospek Sektor Saham Energi, Properti hingga Infrastruktur

  Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham mencatat koreksi terbesar secara year to date (ytd) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sektor saham itu antara lain sektor saham energi, properti dan real estate serta infrastruktur. Lalu bagaimana prospek tiga sektor saham itu pada semester II 2026? Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (13/7/2026), sektor saham energi turun 38,68% secara year to date ke 2.730 hingga penutupan perdagangan saham Jumat, 11 Juli 2026. Lalu disusul sektor saham properti dan real estate melemah 37,46% ke 733,60, dan sektor saham infrastruktur terpangkas 36,05% ke 1.708,19. Head of Research Syailendra Capital, Rizki Jauhari menuturkan, koreksi tajam di sektor energi mencerminkan akumulasi tekanan dari berbagai arah yang menghantam fundamental sektor energi secara bersamaan. Pada semester pertama, ia menuturkan, wacana pembatasan ekspor batu bara menciptakan ketidakpastian besar terhadap volume penjualan dan pendapatan emiten batu bara. “...

DSSA Akuisisi Bali Media Telekomunikasi Rp 4 Triliun, Ini Sumber Dananya

  PT Dian Swastatika Tbk (DSSA) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transaksi afiliasi mengenai akuisisi saham PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) melalui anak usaha. Mengutip keterbukaan informasi BEI, ditulis Minggu, (12/7/2026), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk melalui anak usaha PT DSST Mas Gemilang (DSST) dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera (SSS) membeli 11.193.772.120 saham dalam PT Bali Media Telekomukasi (BMT) dari PT Infinity Investama (IFI) dan PT Prima Mas Abadi (PMA) senilai Rp 4 triliun. Perseroan menyebutkan tidak melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas transaksi karena transaksi tidak termasuk dalam kategori transaksi yang mensyaratkan persetujuan RUPS yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku. “Meskipun merupakan transaksi afiliasi, transaksi bukan merupakan transaksi material maupun transaksi benturan kepentingan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI. Berdasarkan laporan keuangan k...

Sentimen Investor Bergeser di Tengah Ketegangan AS-Iran Kembali Meningkat

  Selama sepekan, kinerja harga minyak dunia dan indeks Hang Seng mencatat kenaikan. Sedangkan harga emas dan indeks Nikkei tertekan. Lalu apa saja sentimen yang membayangi investor selama sepekan ini? Dalam sepekan, harga minyak dunia naik 5,24%. Sedangkan indeks Hang Seng menguat 3,53%. Di sisi lain, harga emas turun 1,79% selama sepekan dan indeks Nikkei terperosok 1,7%. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke posisi 5.924. Dalam riset Ashmore Asset Management Indonesia, ditulis Minggu (12/7/2026), pada pekan ini ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah beberapa kapal tanker komersial diserang. Hal itu mendorong AS melancarkan serangan baru terhadap target militer Iran dan menantang peningkatan selera risiko yang terlihat selama beberapa minggu sebelumnya. AS juga mencabut izin sementara yang mengizinkan penjualan minyak Iran dalam jumlah terbatas, sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan, nota kesepahaman sebelu...