Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pelemahan Harga Batu Bara Bayangi Pergerakan IHSG


Analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pada perdagangan Kamis (14/11). Tapi, laju indeks saham diperkirakan akan dibayangi penurunan harga batu bara yang menekan saham pertambangan.

Pada perdagangan Rabu, (13/11) sektor pertambangan memimpin pelemahan sebesar 1,86 persen.  Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan koreksi harga batu bara dipicu penurunan ekspor emas hitam Newcastle ke level terendah dalam tiga minggu terakhir.

Tak hanya itu, ekspor batu bara Indonesia juga ikut melemah dari 5,68 juta ton di awal menjadi 5,05 juta ton. Tercatat, harga batu bara kontrak ICE Newcastle pada perdagangan awal pekan berada di level US$66,5 per ton atau turun 1,26 persen.

"Hal tersebut sebagai indikasi turunnya permintaan batu bara sehingga berpotensi menaikkan persediaan batu bara global," kata Lanjar dalam risetnya dikutip Kamis (13/11).
Ia memperkirakan indeks saham akan bergerak terkonsolidasi cenderung menguat. IHSG diproyeksi melaju di rentang support 6.125 dan resistance 6.200.

Senada, Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan mengatakan akan menguat terbatas. Ia menuturkan IHSG masih tertekan sentimen ketidakpastian global.

Investor, lanjutnya, khawatir terhadap hubungan dagang AS-China yang masih memanas. Selain itu, mereka juga menyoroti kondisi politik di Hong Kong yang belum stabil.

"Secara teknikal mengindikasikan potensi penguatan jangka pendek," ucapnya.



IHSG diproyeksi bergerak di rentang support 6.101-6.122 dan resistance 6.174-6.205.

Di sisi lain, IHSG mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (13/11). Indeks ditutup di level 6.142 turun 38,49 poin atau 0,62 persen.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street bergerak variatif. Indeks Dow Jones naik 0,33 persen ke level 27.783, S&P 500 naik 2,20 persen ke level 3.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini