Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Harga minyak naik pada perdagangan awal pekan ini. Mengutip Bloomberg,

  Harga minyak naik pada perdagangan awal pekan ini. Mengutip Bloomberg, Senin (22/6/2026) pukul 07.33 WIB, Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 77,55 per barel, naik 2,24% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 75,85 per barel. Harga minyak naik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika Hizbullah terus menyerang Israel. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemajuan perundingan perdamaian antara Washington dan Teheran. Negosiasi antara Iran dan AS pada Minggu (21/6) di Swiss kurang mulus lantaran media Iran melaporkan bahwa Iran menghentikan pembicaraan di Swiss setelah ancaman Trump. Baca Juga: Rupiah Masih Berpeluang Tertekan pada Senin (22/6), Simak Sentimen Penggeraknya Namun, orang-orang yang mengetahi masalah tersebut mengatakan bahwa negosiasi dilanjutkan. Pertemuan tingkat tinggi di Swiss berlangsung di awal periode negosiasi selama 60 hari, setelah Trump menandatanga...

IHSG Dibuka Naik 0,75% Rabu (22/1), Lanjutkan Tren Reli 6 Hari Beruntun

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli untuk 6 hari beruntun pada perdagangan Rabu (22/1). Mengutip RTI pukul 09.06 WIB, indeks naik 0,75% atau 54,215 poin ke level 7.236,035. Tercatat 227 sahamm naik, 141 saham turun, dan 201 saham stagnan. Total volume perdagangan 1,35 juta saham dengan nilai transaksi capai Rp 1,3 triliun. Sebanyak 10 indeks sectoral menopang penguatan IHSG pagi ini. Tiga sector dengan kenaikan tertinggi yakni; IDX-Techno 2,88%, IDX-NonCyc 1,25%, dan IDX-BAsic 0,75%. Saham-saham top gainers LQ45: - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 3,68% - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 3,41% - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 2,28% Saham-saham top losers LQ45: - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun 1,67% - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 1,19% - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) turun 0,85% Bursa saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pagi ini, seiring investor mencerna pernyataan Presiden ...

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.309 Per Dolar AS pada Hari Ini 22 Januari 2025

  Rupiah di pasar spot melanjutkan penguatan di awal perdagangan hari ini. Rabu (22/1), rupiah spot dibuka di level Rp 16.309 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,21% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.343 per dolar AS.  Hingga pukul 09.04 WIB, mayoritas mata uang di Asia melemah. Di mana, yuan China menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,23%. Selanjutnya, yen Jepang yang koreksi 0,14% dan dolar Singapura yang terdepresiasi 0,13%. Disusul, peso Filipina yang tergelincir 0,07%. Berikutnya, dolar Hongkong dan dolar Taiwan sama-sama melemah tipis 0,04% pada perdagangan pagi ini. Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,41%. Kemudian ada won Korea Selatan yang naik 0,12% dan baht Thailand yang menguat tipis 0,08% terhadap the greenback.

Bursa Asia-Pasifik Mixed Rabu (22/1) Pagi, Setelah Pernyataan Tarif Trump

  Bursa saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada hari Rabu (22/1), seiring investor mencerna pernyataan Presiden Donald Trump tentang kemungkinan pengenaan tarif 10% terhadap China. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,42%. Indeks Nikkei 225 Jepang bertambah 1,32%, dan Topix naik 0,72%. Kospi Korea Selatan menambahkan 0,71% dan Kosdaq diperdagangkan 0,85% lebih tinggi. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,51% pada pembukaan, dan CSI 300 China daratan turun 0,28%. Trump menyatakan bahwa timnya sedang membahas tarif 10% terhadap China dan bahwa tarif tersebut bisa mulai berlaku pada 1 Februari. Investor juga mengamati pertemuan kebijakan Bank Negara Malaysia hari ini, di mana diperkirakan Bank Sentral akan mempertahankan suku bunga kebijakan di 3%. Di AS, ketiga indeks utama mengalami kenaikan setelah investor menganggap komentar Trump mengenai perdagangan internasional sedikit lebih lunak dari yang diperkirakan. Dow Jones Industrial Average bertambah 537,98 poi...