Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Buggati 'Sontek' Lamborghini dan Ferrari, Bikin 'Mobil Murah'


Anak perusahaan grup Volkswagen spesialis hypercar, Bugatti Automobiles, kini mulai berpikir seperti Lamborghini dan Ferrari yang sudah merancang mobil tidak tradisional. Perusahaan asal Prancis ini dilaporkan ingin merancang mobil yang lebih murah dari Chiron.

Banderol Chiron sekitar 2,5 juta euro (Rp38 miliar), Buggati diberitakan Automotive News ingin merancang mobil seharga 500.000 euro - 1 juta euro (Rp7,7 miliar - Rp15,5 miliar). Jenis mobil yang potensial untuk itu dikatakan mobil listrik berupa sedan grand tourer atau crossover.
CEO Bugatti Stephan Winkelmann mengatakan hal itu sedang didiskusikan dengan grup Volkswagen.


"Industri sedang berganti secara fundamental, dan kami harus mengarahkan peluang yang ada di sana untuk mengembangkan Bugatti sebagai merek yang terus maju," ujar Winkelmann yang juga menyebut investasi seperti itu bakalan jadi 'pertarungan sulit'.

Buat Buggati transformasi seperti ini bukan soal penyesuaian terhadap regulasi emisi bahan bakar yang semakin ketat, melainkan terkait menciptakan definisi peralihan dan melakukan inovasi.

Winkelmann disebut ingin membuat Bugatti mandiri dan tidak ketergantungan pada induk perusahaan demi menghindari potensi 'terancam' lagi. Saat grup Volkswagen goyah usai mengakui melakukan skandal mesin diesel pada 2015, investasi pada pengembangan Bugatti terasa berat.
Buggati membatasi produksi Chiron hanya 500 unit per tahun dan sekitar 100 unit lain edisi khusus. Menambah model baru yang lebih murah akan menjadi ekspansi besar dengan kinerja produksi lebih dari 600 unit per tahun.

Sebelum menjadi CEO Bugatti, Winkelmann pernah menduduki jabatan yang sama di perusahaan supercar bagian dari grup Volkswagen, Lamborghini. Dia merupakan salah satu tokoh yang mendukung merek berlambang banteng itu menghasilkan SUV bernama Urus. Pada 2020, Ferrari menjanjikan kelahiran pesaing urus, Purosangue.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)