Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bitcoin Pasca-Halving: Ujian Terakhir 2025, Mampukah Hijau?

  Bitcoin masih membutuhkan reli sekitar 6,24% agar mampu menutup tahun 2025 di zona hijau. Harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di kisaran US$ 87.747, masih di bawah harga pembukaan awal tahun sekitar US$ 93.374. Dengan kondisi tersebut, Bitcoin harus menguat setidaknya 6,24% dalam beberapa hari terakhir perdagangan 2025 agar dapat menutup tahun dengan kinerja positif. “Masih ada tiga hari bagi Bitcoin untuk pulih dan menutup tahun di zona hijau. Jika tidak, ini akan menjadi tahun pasca- halving pertama Bitcoin yang ditutup melemah,” ujar analis kripto Alex Puckrin dilansir dari Cointelegraph pada Senin (29/12/2025). Sebelumnya, banyak analis memproyeksikan harga Bitcoin mampu mencapai US$ 180.000–US$ 250.000 pada 2025. Namun, realisasinya jauh dari ekspektasi. Bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$ 125.000 pada Oktober, sebelum reli tersebut terhenti akibat gejolak pasar global yang memicu aksi jual di pasar kripto. Sejak menyentuh pun...

IHSG Masih Wait and See Senin (29/12), Simak Rekomendasi Saham GPRA, HRTA, dan TEBE

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,55% ke level 8.537 dengan net foreign sell sebesar Rp238,83 miliar pada perdagangan Rabu (24/12/2025). Tekanan jual meningkat seiring mendekati libur panjang Natal dan Tahun Baru yang berdampak pada penurunan likuiditas transaksi di pasar saham. Secara teknikal pada time frame (TF) 1 jam, IHSG membentuk pola descending triangle dengan area support di level 8.515 dan resistance di kisaran 8.560. Dalam Sajian Pagi Menu Trading BRI Danareksa Sekuritas ( Sapa Mentari ) edisi Senin (29/12/2025), minimnya katalis global maupun domestik membuat pergerakan IHSG masih cenderung wait and see . Rekomendasi Saham GPRA – Buy on Breakout Pergerakan saham GPRA berpotensi membentuk pola cup and handle apabila mampu menembus level neckline di 142. Jika berhasil breakout , target resistance terdekat berada di kisaran 151–161. HRTA – Buy Saham HRTA masih berada dalam tren bullish , sejalan dengan kenaikan harga em...

8 Emiten Bagikan Dividen Saham Awal 2026, Cum Date Dimulai Hari Ini (29/12)

  Pasar saham di Bursa Efek Indonesia ( BEI ) kembali beroperasi hari ini, Senin 29 Desember 2025 usai libur panjang perayaan Natal 2025 . Investor pemburu dividen harus ingat, sejumlah emiten saham yang akan membayar dividen pada awal Januari 2026 memasuki jadwal cum date mulai hari ini (29/12).  Cum date adalah periode suatu saham memiliki hak pembayaran dividen. Investor yang ingin mendapatkan dividen, harus memiliki saham tersebut paling lambat saat cum date. Emiten-emiten pembayar dividen Januari 2026 berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertambangan , perbankan , jasa kepelabuhanan , perhotelan , kesehatan , hingga industri baja . Pembagian dividen interim ini didasarkan pada kinerja keuangan tahun buku 2025 serta keputusan Direksi yang telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris masing-masing perseroan. Mayoritas jadwal cum dividen hingga pembayaran dividen jatuh pada akhir Desember 2025 hingga Januari 2026. Bagi investor, informasi cum date pasar re...