Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Kunjungan Turis Turun 10 Persen pada September 2019


Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menurun pada September 2019. Turis asing yang berkunjung ke Indonesia tercatat sebanyak 1,4 juta orang, turun 10,10 persen dari kunjungan Agustus yang mencapai 1,55 juta orang.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan ini dipicu berakhirnya musim puncak (peak season) liburan.

"Memang turun dibandingkan posisi Agustus karena, Agustus itu peak season," katanya, Jumat (1/11).

Namun, secara tahunan jumlah turis asing naik sebesar 2,5 persen dari 1,37 juta orang pada 2018. Secara kumulatif, sepanjang Januari-September jumlah kunjungan turis asing mencapai 12,27 juta orang, naik 2,36 persen dari periode tahun lalu 11,96 juta.
Wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui pintu masuk udara tercatat sebanyak 902,19 ribu kunjungan, turun 1 persen secara tahunan. Data BPS menyebut penurunan kunjungan terjadi di sepuluh pintu masuk udara dengan persentase paling besar di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh sebesar 22,45 persen.

"Mulai dari Bandara Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, Juanda posisi merah semua. Artinya menurun dibandingkan September 2018," ujarnya.

Penurunan juga terjadi pada kunjungan wisman dari jalur darat yakni sebanyak 165,86 ribu orang, turun 14,99 persen dibandingkan tahun lalu. Penurunan paling tajam tercatat di pintu masuk Jayapura, Papua sebesar 63,89 persen.
Akan tetapi, jumlah kunjungan wisman melalui jalur laut mengalami kenaikan sebesar 25,63 persen mencapai 332,32 ribu kunjungan. Kenaikan paling tinggi terjadi di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali sebesar 86,67 persen.

Berdasarkan asal negara, turis asal Malaysia paling banyak berkunjung ke Indonesia yakni 233,8 ribu kunjungan setara 16,7 persen. Disusul oleh turis China sebanyak 172,1 ribu kunjungan setara 12,36 persen.

Lebih lanjut, wisman Singapura sebanyak 159, ribu orang setara 11,39 persen, Australia 138,6 ribu orang setara 9,9 persen, dan Timor Leste sebanyak 100,3 ribu kunjungan setara 7,16 persen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025