Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Ratusan Bintang Laut Berduri di Raja Ampat Papua Dimusnahkan


Sebanyak 120 bintang laut berduri atau Crown of Thorns Starfish (CoTS) yang merupakan hama perusak terumbu karang di Raja AmpatPapua berhasil dimusnahkan.

Sekretaris Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Maikel Sada mengatakan anggota HPI Raja Ampat berhasil memusnahan musuh utama terumbu karang itu selama dua hari.

Aksi bakti sosial pembersihan bintang laut berduri itu dilakukan di Distrik Misool, Raja Ampat Selatan.


Di Pulau Jam Misool, pihaknya berhasil memusnahkan sebanyak 19 bintang laut berduri. Sedangkan aksi pembersihan di Pulau Olobi, timnya berhasil memusnahkan sebanyak 101 bintang laut berduri yang telah merusak terumbu karang setempat.
"Metode pemusnahan bintang laut berduri di Raja Ampat dilakukan dengan cara menjepit menggunakan alat penjepit yang terbuat dari bambu," kata Maikel seperti dilaporkan Antara, Kamis (7/11).

Bintang laut berduri yang dimusnahkan tersebut berada di dasar laut pada kedalaman rata-rata tiga sampai dengan empat meter.

"Tim ke dasar laut secara manual tanpa alat selam mengangkat bintang laut berduri tersebut guna dimusnahkan di darat," kata Maikel.




Menurutnya, aksi pembersihan bintang laut berduri tersebut merupakan rasa tanggung jawab pemandu wisata anggota HPI Raja Ampat Papua sebagai ujung tombak pariwisata untuk menjaga agar terumbu karang tidak rusak dan tetap indah.

"Kami akan terus menjaga agar terumbu karang tetap lestari sehingga pariwisata tetap berkelanjutan bagi generasi di masa yang akan datang," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025