Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah Menguat ke Rp14.014 per Dolar di Awal Pekan


Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.014 per dolar AS pada Senin (4/11). Posisi tersebut menguat 24 poin atau 0,18 persen dibandingkan perdagangan Jumat (1/11) lalu yang di Rp14.038 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.002 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi Jumat, yakni Rp14.066 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea menguat 0,54 persen, lira Turki menguat 0,25 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,24 persen. Selanjutnya, rupee India menguat 0,14 persen, peso Filipina menguat 0,10 persen, yuan China menguat 0,07 persen, serta dolar Singapura menguat 0,04 persen.

Sementara, pelemahan terjadi pada baht Thailand sebesar 0,02 persen, dolar Hong Kong 0,03 persen, serta yen Jepang sebesar 0,18 persen terhadap dolar AS.
Di negara maju, mayoritas nilai tukar melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan dolar Canada tercatat melemah dengan nilai masing-masing 0,01 dan 0,02 persen, disertai euro yang juga keok 0,07 persen.

Penguatan hanya dialami dolar Australia yang menguat sebesar 0,04 persen terhadap dolar AS. Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah diakibatkan sentimen dari pelaku pasar yang masih mengharapkan terjadinya perjanjian dagang antara AS dan China dalam waktu dekat ini.

"Sentimen positif karena harapan penandatanganan perjanjian dagang fase 1 AS dan China di bulan November mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/11).

Namun, penguatan tersebut tertahan kenaikan tingkat imbal hasil obligasi jangka waktu pinjaman AS selama 10 tahun. "Itu membuat rupiah kembali tertahan di atas level Rp14.000 terhadap dolar AS," pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini