Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pasar Jenuh Aksi Jual, IHSG Diramal Menguat


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Selasa (19/11). Pasalnya, secara teknikal indeks telah menyentuh area jual jenuh.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan mengatakan rentang pelemahan sangat terbatas, sehingga mengindikasikan peluang balik arah (rebound) dalam jangka pendek.

"Pergerakan cenderung terbatas mengingat saat ini IHSG berada di area oversold (jual jenuh)," kata Dennies dalam risetnya dikutip Senin (18/11).

Di sisi lain, lanjutnya, tingginya ketidakpastian global masih membayangi laju IHSG. Sentimen utama adalah negosiasi dagang AS-China yang tak kunjung menemukan titik temu. Ia memprediksi IHSG akan bergerak di level support 6.082-6.103 dan resistance 6.139-6.154.
Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi meramalkan IHSG bakal menguat. Ia memprediksi IHSG akan bergerak di rentang 6.100-6.170.

"Secara teknikal kami perkirakan IHSG akan menguat," ucapnya.

Ia melanjutkan beberapa institusi memangkas target IHSG tahun ini, lantaran ekspektasi kinerja perusahaan kapitalisasi besar melambat di bawah prediksi pasar. Kondisi ini, kata dia, berpotensi menekan laju indeks ke depan.

IHSG terpantau berhenti di zona merah pada perdagangan Senin (18/11). Indeks ditutup di level 6.122 turun 5,72 poin atau 0,09 persen.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,11 persen ke posisi 28.036, S&P 500 naik 0,05 persen ke level 3.122, dan Nasdaq Composite naik 0,11 persen menjadi 8.549.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini