Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Ekonomi Melambat, IHSG Masih Berhasil Menguat 1,36 Persen


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi 6.264 pada Selasa (5/11). Posisi tersebut naik 83,8 poin atau 1,36 persen dibandingkan Senin (4/11).

RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp8,6 triliun dengan volume 13,43 miliar saham. Pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp48,71 miliar.

Pada penutupan kali ini, 236 saham bergerak menguat, 194 turun, dan 128 lainnya tidak bergerak. Di sisi lain, mayoritas indeks sektoral menguat. Sektor agrikultur memimpin penguatan sebesar 2,29 persen.

Sementara itu, sektor properti menjadi satunya sektor yang melemah. 
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pukul 16.10 WIB menguat 0,34 persen ke level Rp13.968 per dolar AS. Sejak pagi, rupiah bergerak dalam rentang Rp13.968-Rp14.036 per dolar AS.

IHSG menguat bersama mayoritas indeks saham Asia. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Kospi Index di Korea Selatan naik 0,58 persen, Hang Seng di Hong Kong naik 0,49 persen, dan Nikkei225 di Jepang naik 1,76 persen.

Sementara itu, indeks saham di Eropa bergerak variatif. Indeks CAC All-Tredable di Perancis turun 0,04 persen dan FTSE100 di Inggris naik 0,14 persen. Sedangkan, DAX di Jerman stagnan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 cuma 5,02 persen secara tahunan. Realisasi tersebut melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,17 persen. Capaian tersebut juga lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)