Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ekonomi Melambat, IHSG Masih Berhasil Menguat 1,36 Persen


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi 6.264 pada Selasa (5/11). Posisi tersebut naik 83,8 poin atau 1,36 persen dibandingkan Senin (4/11).

RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp8,6 triliun dengan volume 13,43 miliar saham. Pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp48,71 miliar.

Pada penutupan kali ini, 236 saham bergerak menguat, 194 turun, dan 128 lainnya tidak bergerak. Di sisi lain, mayoritas indeks sektoral menguat. Sektor agrikultur memimpin penguatan sebesar 2,29 persen.

Sementara itu, sektor properti menjadi satunya sektor yang melemah. 
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pukul 16.10 WIB menguat 0,34 persen ke level Rp13.968 per dolar AS. Sejak pagi, rupiah bergerak dalam rentang Rp13.968-Rp14.036 per dolar AS.

IHSG menguat bersama mayoritas indeks saham Asia. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Kospi Index di Korea Selatan naik 0,58 persen, Hang Seng di Hong Kong naik 0,49 persen, dan Nikkei225 di Jepang naik 1,76 persen.

Sementara itu, indeks saham di Eropa bergerak variatif. Indeks CAC All-Tredable di Perancis turun 0,04 persen dan FTSE100 di Inggris naik 0,14 persen. Sedangkan, DAX di Jerman stagnan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 cuma 5,02 persen secara tahunan. Realisasi tersebut melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,17 persen. Capaian tersebut juga lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini