Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Ekonomi Melambat, IHSG Masih Berhasil Menguat 1,36 Persen


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi 6.264 pada Selasa (5/11). Posisi tersebut naik 83,8 poin atau 1,36 persen dibandingkan Senin (4/11).

RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp8,6 triliun dengan volume 13,43 miliar saham. Pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp48,71 miliar.

Pada penutupan kali ini, 236 saham bergerak menguat, 194 turun, dan 128 lainnya tidak bergerak. Di sisi lain, mayoritas indeks sektoral menguat. Sektor agrikultur memimpin penguatan sebesar 2,29 persen.

Sementara itu, sektor properti menjadi satunya sektor yang melemah. 
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pukul 16.10 WIB menguat 0,34 persen ke level Rp13.968 per dolar AS. Sejak pagi, rupiah bergerak dalam rentang Rp13.968-Rp14.036 per dolar AS.

IHSG menguat bersama mayoritas indeks saham Asia. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Kospi Index di Korea Selatan naik 0,58 persen, Hang Seng di Hong Kong naik 0,49 persen, dan Nikkei225 di Jepang naik 1,76 persen.

Sementara itu, indeks saham di Eropa bergerak variatif. Indeks CAC All-Tredable di Perancis turun 0,04 persen dan FTSE100 di Inggris naik 0,14 persen. Sedangkan, DAX di Jerman stagnan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 cuma 5,02 persen secara tahunan. Realisasi tersebut melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,17 persen. Capaian tersebut juga lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025