Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Bursa Asia Naik Selasa (12/5) Pagi, Meski Trump Sebut Gencatan Senjata Iran Kritis

  Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa (12/5/2026), meski muncul kembali keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen pasar sempat dibayangi pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on massive life support” atau berada dalam kondisi sangat kritis. Trump pada Senin (11/5/2026) mempertanyakan kelangsungan gencatan senjata setelah menilai respons Iran terhadap proposal perdamaian Washington tidak dapat diterima. “Saya akan mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi sangat kritis, seperti pasien yang hanya memiliki peluang hidup 1%,” ujar Trump. Meski demikian, pelaku pasar tampak tetap optimistis terhadap prospek pasar saham global. Melasir data CNBC, di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,2%, sementara indeks TOPIX menguat 0,54%. Bursa Korea Selatan mencatat penguatan lebih besar, dengan indeks KOSPI melonjak lebih d...

Bursa Asia Naik Selasa (12/5) Pagi, Meski Trump Sebut Gencatan Senjata Iran Kritis

  Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa (12/5/2026), meski muncul kembali keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen pasar sempat dibayangi pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on massive life support” atau berada dalam kondisi sangat kritis. Trump pada Senin (11/5/2026) mempertanyakan kelangsungan gencatan senjata setelah menilai respons Iran terhadap proposal perdamaian Washington tidak dapat diterima. “Saya akan mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi sangat kritis, seperti pasien yang hanya memiliki peluang hidup 1%,” ujar Trump. Meski demikian, pelaku pasar tampak tetap optimistis terhadap prospek pasar saham global. Melasir data CNBC, di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,2%, sementara indeks TOPIX menguat 0,54%. Bursa Korea Selatan mencatat penguatan lebih besar, dengan indeks KOSPI melonjak lebih d...

BRI Danareksa: Rekomendasikan Buy Saham PANI, PNLF, dan RAJA, DSSA Masih Bearish

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,92% ke level 6.905,6 pada perdagangan Senin (11/5/2026), seiring masih dominannya tekanan jual investor asing. Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 659 miliar di pasar reguler. Sentimen pasar sempat membaik setelah adanya penundaan rencana kenaikan tarif royalti tambang. Namun, tekanan kembali muncul setelah pemerintah memastikan penyesuaian royalti tetap berlaku mulai Juni 2026. Dari eksternal, mayoritas bursa Asia juga ditutup melemah seiring kenaikan harga minyak mentah setelah Presiden AS, Donald Trump, menolak proposal damai Iran. Pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak di atas Rp 17.400 per dolar Amerika Serikat (AS) turut menambah tekanan terhadap pasar domestik. Mengutip riset harian Sajian Pagi Menu Trading (Sapa Mentari) BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan Selasa (12/5/2026), secara teknikal IHSG masih menguji area support penting di kisaran 6.850–...

Saham Teknologi Masih Downtrend, Ini Rekomendasi untuk GOTO, BELI, dan BUKA

  Prospek kinerja emiten sektor teknologi sepanjang 2026 dinilai masih bergerak beragam di tengah ketatnya persaingan industri digital dan tekanan terhadap profitabilitas. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil membukukan laba bersih perdana sebesar Rp 170,7 miliar pada kuartal I-2026. Capaian tersebut berbalik dari rugi bersih Rp 366,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat rugi bersih Rp 423,5 miliar pada kuartal I-2026, dibandingkan laba bersih Rp 111,7 miliar pada kuartal I-2025. Sementara itu, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 303 miliar pada kuartal I-2026. Meski demikian, angka tersebut membaik dibandingkan rugi bersih kuartal I-2025 yang mencapai Rp 638,1 miliar. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, prospek emiten teknologi tahun ini masih cukup selektif. Menurut Azis, GOT...