Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Naik pada Selasa (28/4) Pagi

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan mayoritas indeks naik. Mengutip Bloomberg, pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 331,95 poin atau 0,57% ke 60.196,23, Hang Seng turun 111,28 poi atau 0,43% ke 25.814,37, Taiex naik 86,36 poin atau 0,21% ke 39.699,70, Kospi naik 87,32 poin atau 1,31% ke 6.701,95, ASX 200 turun 42,95 poin atau 0,49% ke 8.723,40, Straits Times naik 33,30 poin atau 0,68% ke 4.925,12 dan FTSE Malaysia naik 9.30 poin atau 0,54% ke 1.726,57. Bursa Asia bergerak variasi namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Mengutip Bloomberg, bank sentral di dunia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini ...

Riset: Jakarta dan Ratusan Kota di Dunia Tenggelam di 2050


Sebuah penelitian yang dirilis oleh Nature Communication pada 29 Oktober 2019 mengungkapkan sejumlah negara, termasuk Indonesia, akan tenggelam pada tahun 2050. Penelitian itu mengungkapkan permukaan laut akan mengalami kenaikan sekitar 30 hingga 50 sentimeter.

Dampak perubahan iklim kini semakin nyata dan kian mengkhawatirkan. Jika tidak diatasi, permukaan air laut yang semakin tinggi akibat mencairnya es di Antartika dapat menenggelamkan kota-kota di dunia.

Sebanyak lebih dari 150 juta orang saat ini disebut tinggal di wilayah dengan ketinggian di bawah permukaan laut. Pearl River Delta di China, Bangladesh, Jakarta, dan Bangkok diperkirakan akan menjadi kota yang tenggelam tersebut.

"Kami menemukan bahwa lebih dari 70 persen dari jumlah orang di seluruh dunia yang saat ini hidup di tanah yang terlibat berada di delapan negara Asia: Cina, Bangladesh, India, Vietnam, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Jepang," tulis dalam laporan tersebut.
mensimulasikan kenaikan permukaan laut untuk melihat historis emisi sejak 1750. Selain itu dilihat pula skenario emisi terhitung sejak Perjanjian Paris hingga 2030 jika seluruh negara benar-benar menepati perjanjian tersebut.

"Hasil menunjukkan bahwa apa yang kami lakukan hari ini akan memiliki efek besar pada 2300. 20 sentimeter sangat signifikan; pada dasarnya kenaikan permukaan laut sama banyaknya dengan yang telah kami amati selama seluruh abad ke-20, "kata Climate Analytics, Alexander Nauels, penulis utama penelitian ini.





Permukaan air laut akan terus meningkat walau komitmen Perjanjian Paris telah berhasil menjaga suhu dunia. Perjanjian Paris yang dilakukan pada 2015 dengan tujuan sejumlah negara sepakat untuk berkomitmen mengurangi tingkat emisi.

Hampir 20 sentimeter kenaikan permukaan laut disebabkan oleh emisi dari lima negara dan salah satunya adalah Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump bahkan telah menyatakan keluar dari perjanjian tersebut. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)