Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Studi: Orang Berusia 35 Tahun Belum Miliki Rencana Keuangan


GoBear Financial Health Index (FHI) mengungkap mayoritas penduduk Indonesia berusia 35 tahun belum memiliki perencanaan keuangan sama sekali. Bahkan, sebagian besar responden baru menyiapkan rencana pensiun di usia 41 tahun.

Sebanyak 29 responden merasa waktu yang paling tepat untuk mulai merencanakan keuangan adalah setelah menikah. Perencanaan keuangan muncul seiring dengan rencana pendidikan anak.

Lebih dari itu, hasil survei juga mengatakan hanya 37 persen responden yang mengklaim mampu memenuhi kebutuhan hidupnya selama lebih dari enam bulan setelah kehilangan sumber pendapatan utamanya.

Country Director GoBear Indonesia Tris Rasika menuturkan penduduk Indonesia merasa kondisi keuangannya masih sehat karena budaya 'ATM Colek' di mana dukungan keuangan dari keluarga dan kerabat masih ada, ketika mereka kehilangan sumber penghasilan utamanya.
Data menunjukkan sebanyak 43 responden mendapat dukungan kebutuhan kecil dari keluarga, 35 persen responden mendapat dukungan kebutuhan besar dan sedang, 3 persen mendapat dukungan kebutuhan ekstrim. Hanya 14 persen responden saja yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga.

"Tetapi, dari data yang kita lihat bahwa itu (ATM Colek) tidak jangka panjang," ujarnya, Rabu (30/10).

GoBear Financial Health Index adalah hasil studi yang dilakukan dengan tujuan untuk memahami apa yang dipikirkan, rasakan dan lakukan oleh masyarakat Asia terkait dengan kesehatan keuangan mereka.

Studi ini berisikan wawasan konsumen. FHI adalah sumber informasi bagi para ahli dan pengguna, untuk memahami dan mempelajari kebiasaan dan perilaku seputar kesehatan keuangan pribadi yang berlaku di Asia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)