Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Studi: Orang Berusia 35 Tahun Belum Miliki Rencana Keuangan


GoBear Financial Health Index (FHI) mengungkap mayoritas penduduk Indonesia berusia 35 tahun belum memiliki perencanaan keuangan sama sekali. Bahkan, sebagian besar responden baru menyiapkan rencana pensiun di usia 41 tahun.

Sebanyak 29 responden merasa waktu yang paling tepat untuk mulai merencanakan keuangan adalah setelah menikah. Perencanaan keuangan muncul seiring dengan rencana pendidikan anak.

Lebih dari itu, hasil survei juga mengatakan hanya 37 persen responden yang mengklaim mampu memenuhi kebutuhan hidupnya selama lebih dari enam bulan setelah kehilangan sumber pendapatan utamanya.

Country Director GoBear Indonesia Tris Rasika menuturkan penduduk Indonesia merasa kondisi keuangannya masih sehat karena budaya 'ATM Colek' di mana dukungan keuangan dari keluarga dan kerabat masih ada, ketika mereka kehilangan sumber penghasilan utamanya.
Data menunjukkan sebanyak 43 responden mendapat dukungan kebutuhan kecil dari keluarga, 35 persen responden mendapat dukungan kebutuhan besar dan sedang, 3 persen mendapat dukungan kebutuhan ekstrim. Hanya 14 persen responden saja yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga.

"Tetapi, dari data yang kita lihat bahwa itu (ATM Colek) tidak jangka panjang," ujarnya, Rabu (30/10).

GoBear Financial Health Index adalah hasil studi yang dilakukan dengan tujuan untuk memahami apa yang dipikirkan, rasakan dan lakukan oleh masyarakat Asia terkait dengan kesehatan keuangan mereka.

Studi ini berisikan wawasan konsumen. FHI adalah sumber informasi bagi para ahli dan pengguna, untuk memahami dan mempelajari kebiasaan dan perilaku seputar kesehatan keuangan pribadi yang berlaku di Asia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025