Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Studi: Orang Berusia 35 Tahun Belum Miliki Rencana Keuangan


GoBear Financial Health Index (FHI) mengungkap mayoritas penduduk Indonesia berusia 35 tahun belum memiliki perencanaan keuangan sama sekali. Bahkan, sebagian besar responden baru menyiapkan rencana pensiun di usia 41 tahun.

Sebanyak 29 responden merasa waktu yang paling tepat untuk mulai merencanakan keuangan adalah setelah menikah. Perencanaan keuangan muncul seiring dengan rencana pendidikan anak.

Lebih dari itu, hasil survei juga mengatakan hanya 37 persen responden yang mengklaim mampu memenuhi kebutuhan hidupnya selama lebih dari enam bulan setelah kehilangan sumber pendapatan utamanya.

Country Director GoBear Indonesia Tris Rasika menuturkan penduduk Indonesia merasa kondisi keuangannya masih sehat karena budaya 'ATM Colek' di mana dukungan keuangan dari keluarga dan kerabat masih ada, ketika mereka kehilangan sumber penghasilan utamanya.
Data menunjukkan sebanyak 43 responden mendapat dukungan kebutuhan kecil dari keluarga, 35 persen responden mendapat dukungan kebutuhan besar dan sedang, 3 persen mendapat dukungan kebutuhan ekstrim. Hanya 14 persen responden saja yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga.

"Tetapi, dari data yang kita lihat bahwa itu (ATM Colek) tidak jangka panjang," ujarnya, Rabu (30/10).

GoBear Financial Health Index adalah hasil studi yang dilakukan dengan tujuan untuk memahami apa yang dipikirkan, rasakan dan lakukan oleh masyarakat Asia terkait dengan kesehatan keuangan mereka.

Studi ini berisikan wawasan konsumen. FHI adalah sumber informasi bagi para ahli dan pengguna, untuk memahami dan mempelajari kebiasaan dan perilaku seputar kesehatan keuangan pribadi yang berlaku di Asia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini