Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Simak Rekomendasi Saham Emiten Ritel Pilihan dari Para Analis

  Di tengah lesunya daya beli, ekspansi pembukaan gerai baru mendorong prospek sektor ritel untuk tetap bertumbuh. Simak rekomendasi saham pilihan untuk sektor ritel dari sejumlah analis: 1. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Meski terdapat tekanan pada segmen FnB akibat sentimen boikot, prospek MAPI didorong segmen aktif yang dikelola MAP Aktif Adiperkasa (MAPA). Berkaca dari pertumbuhan kontribusi pendapatan dari 29,6% pada kuartal I 2021 menjadi 42% di kuartal I 2024, sejalan dengan pertumbuhan gerai. Tahun ini, MAPI berencana membuka 600 gerai baru dengan 400 gerai untuk segmen aktif. Rekomendasi: Buy Target harga: Rp 2.060 MNC Sekuritas, Raka Junico 2. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) Pertumbuhan rata-rata penjualan di tiap toko alias same-store sales growth (SSSG) ACES di Juni tercatat 8,7% YoY. Penjualan di bulan Juni mencapai Rp 678 miliar tumbuh 12,1% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh wilayah luar Jakarta karena adanya arus keluar musiman dari ...

Barisan Emiten Ini Berpotensi Balik ke Top 10 Market Cap, Simak Rekomendasi Sahamnya

  Peta emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak dinamis. Sederet saham lama mesti terlempar saat sejumlah saham anyar sukses menyodok ke jajaran top 10 market cap. Terbaru, ada PT Astra International Tbk (ASII) yang terpental dari ketatnya balapan kapitalisasi pasar ini. Sebelumnya, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan  PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) terlebih dulu terlempar dari top 10 market cap dari periode akhir 2021 hingga tahun berjalan 2024 ini. Hingga perdagangan Rabu (24/7), jawara market cap dipegang oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Tapi BBCA tak lagi bisa nyaman di posisi puncak, setelah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terus membuntuti dengan ketat.  Di posisi berikutnya, berutut-turut dihuni oleh  PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (B...

Wall Street Melemah, Terbebani Penurunan Kinerja Tesla dan Alphabet

  . Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (24/7), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup di level terendah dalam beberapa minggu terakhir, imbas penurunan pendapatan Alphabet dan Tesla. Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 128,61 poin atau 2,31% ke level 5.427,13, sedangkan Nasdaq turun 654,94 poin atau 3,64% ke leve 17.342,41 dan Dow Jones Industrial Average turun 504,22 poin, atau 1,25%, ke level 39.853,87. Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 12,94 miliar saham dengan rata-rata 11,48 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir. Reaksi investor mendorong indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq Composite turun ke posisi terendah sejak Juni. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup di bawah level 40.000 untuk pertama kalinya dalam dua pekan. Dave Grecsek, direktur pelaksana strategi investasi dan penelitian di Aspiriant, mencatat bahwa momentum kenaikan dalam dua minggu pertama bulan Juli di pasar saha...