Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Persaingan Kian Ketat, Mobil China Jangkau Indonesia Timur


Sokonindo Automobiles meresmikan 11 dealer DFSK baru sekaligus yang sebagian berada di wilayah timur Indonesia di Jakarta, Senin (11/11). Semua dealer itu merupakan hasil investasi dari PT Auto Indo Utama (AIU).

Ke-11 dealer itu berada di Jakarta Selatan (Pondok Indah), Tangerang, Jakarta Utara (Pluit), Jakarta Pusat (Jalan MT Haryono), Sidoarjo, Kupang, Manado, Palu, Gorontalo, Kendari, dan Makassar.

Menurut Franz Wang Managing Director of Sales Center Sokonindo Automobile selama ini 55 persen komposisi dealer DFSK berada di Pulau Jawa, Sumatera 20 persen, Kalimantan 11 persen, dan Sulawesi 12 persen.

Setelah ditambah, saat ini DFSK memiliki total 75 dealer di Nusantara. Frans mengatakan 15 dealer lagi sedang dipersiapkan untuk diresmikan pada tahun ini hingga totalnya 90 dealer.

"Target kami sampai akhir tahun 95 dealer," kata Frans dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.

Menurut Frans tambahan dealer baru bakal membantu penjualan mobil penumpang dan komersial DFSK. Seperti diketahui DFSK pernah menyatakan target penjualan 12 ribu unit pada tahun ini, namun per September berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) hasil wholesales baru mencapai 2.600 unit.
Putra Makassar

Andee Yoestong, Presiden Direktur AIU, menjelaskan pihaknya berani menanamkan investasi besar, walau tidak disebutkan jumlahnya, pada DFSK sebab merek asal China ini punya produk mobil komersial dan mobil penumpang. Mobil komersial DFSK adalah Super Cab, sedangkan semua mobil penumpang merupakan SUV, yakni Glory 560 dan Glory 580.

"Kalau lihat di lis Gaikindo praktis yang naik merek china. DFSK yang tertinggi kenaikannya pada saat ini... Saya melihat DFSK punya mobil teknologi masa depan cukup meyakinkan, mereka punya teknologi itu cukup canggih kalau dibandingkan dengan yang lain," kata Andee.

Andee juga bilang pihaknya fokus mengembangkan penjualan DFSK ke wilayah timur Indonesia.

"Kenapa fokus ke indonesia timur? Saya orang makassar, saya juga fokus karena lebih mengenal wilayah Sulawesi. Area di sana hasil padi dan beras ada di sana, ada mobil komersial bisa dijual di daerah situ. Sentral di situ masih agak susah dijangkau dengan mobil besar, tapi dengan mobil DFSK ya lumayan lah," ujar Andee.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025