Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Energi Mega Persada (ENRG) Cetak Laba Bersih Rp807 Miliar Semester I/2026 Energi Mega Persada (ENRG) raih laba bersih Rp807 miliar di semester I/2026, didorong penjualan migas yang naik 18,51% dan strategi optimalisasi aset

  Emiten Grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) mencatatkan peningkatan kinerja pada semester I/2026. ENRG mencetak laba bersih US$45,2 juta atau setara Rp807,7 miliar sepanjang semester I/2026. Berdasarkan laporan keuangannya, ENRG membukukan penjualan sebesar US$283,37 juta, atau setara Rp5,05 triliun. Penjualan ini naik 18,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$239,1 juta. Penjualan ini dikontribusi dari penjualan di perusahaan minyak dan gas bumi dengan total US$269,72 juta, yang terdiri dari penjualan gas bumi US$163,3 juta dan minyak mentah US$110 juta. Sementara itu, penjualan dari infrastruktur minyak dan gas bumi ENRG mencapai US$13,64 juta. Berdasarkan pelanggannya, ENRG menjual migas ke TIS Petroleum (Asia) Pte. Ltd. sebesar US$43,19 juta, PT Pertamina Patra Niaga sebesar US$92,25 juta, dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebesar US$67,41 juta. Syailendra S. Bakrie, Chief Executive Officer & Presiden Direktur EMP, mengatakan ENRG memb...

Baru Rilis Kinerja September 2025, Laba Darma Henwa (DEWA) Melejit 519%

  PT Darma Henwa Tbk (DEWA) baru saja merilis laporan keuangan September 2025. DEWA dalam rilis memaparkan jika berhasil mencatat lonjakan laba bersih pada periode sembilan bulan di tahun ini. Laba bersih DEWA melonjak 519% secara tahunan menjadi Rp 239,2 miliar dari periode sama tahun 2024 sebesar Rp 38,6 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut menurut Direktur Darma Henwa Ricardo Silaen dalam rilis Kamis (29/1/2026), ditopang oleh naiknya pendapatan serta meningkatnya margin keuntungan, seiring dengan peningkatan kapasitas volume in-house secara signifikan.  Hingga kuartal III tahun ini, Darma Henwa mencatatkan pendapatan sebesar Rp 4,65 triliun atau meningkat 2,8% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 4,52 triliun. Peningkatan pendapatan ini didorong oleh kenaikan volume produksi, dimana waste removal naik 2,1% secara tahunan menjadi 101,2 juta bcm dan produksi batu bara naik menjadi 12,5 juta ton atau naik 1,1% secara tahunan. Margin laba bruto Dar...

IHSG Ambruk 5,91% ke 7.828 Sesi I, Top Losers LQ45: BUMI, EXCL & AMRT, Kamis (29/1)

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam siang ini setelah sempat trading halt saat IHSG anjlok 8% di awal perdagangan. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI , IHSG anjlok 5,91% atau terpangkas 492 poin ke level 7.828,47  pada perdagangan sesi I, Kamis (29/1/2026). IHSG tertekan penurunan seluruh indeks sektoral. Sektor yang turun paling dalam adalah energi 8,04%, disusul barang baku 7,81%, properti dan real estate 7,52%, barang konsumer non primer 7,38% serta teknologi 6,86%. Total volume perdagangan saham di BEI siang ini mencapai 42,9 miliar dengan nilai transaksi Rp 32,7 triliun.  Sebanyak 720 saham turun jadi pemberat indeks, dan 65 saham lainnya menguat serta 22 saham stagnan. Top Losers di LQ45 adalah: 1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 14,97% ke Rp 250 per saham 2. PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) 14,92% ke Rp 3.250 per saham 3. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 13,83% ke Rp 1.495 per saham Top gainers di LQ45 ada...

Dulu Dikuasai Institusi, Kini Hampir 40% SUN FR Dibeli Investor Individu

  Basis investor Surat Berharga Negara (SBN) individu terus menunjukkan perkembangan.  Tidak hanya terbatas pada instrumen SBN ritel , investor individu kini mulai merambah pembelian SBN yang selama ini identik dengan investor institusi atau pasar  wholesale . Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, menyebut tren tersebut sebagai dampak langsung dari meningkatnya literasi keuangan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. “Investor individu di instrumen wholesale juga beli. Misalnya pernah dengar nggak, yang fixed rate (FR) yang kami tawarkan di lelang?  Fixed rate itu kan diperdagangkan juga di pasar sekunder , itu juga investor individu juga cukup banyak,” ujar Novi usai agenda ORASI di Aroem Resto, Rabu (28/1/2026). Bahkan, dicatatnya dua tahun terakhir porsi investor individu di instrumen Surat Utang Negara (SUN) seri fixed rate (FR) telah hampir berimbang dengan investor institusi, mencermin...