Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

 Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026. Hari ini Senin (22/6/2026), sejumlah emiten saham memasuki jadwal cum dividen. Beberapa emiten tersebut menawarkan yield yang besar, hingga menembus sebesar Rp 950 per saham atau Rp 95.000 per lot sebelum dipotong pajak.. Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham mengandung dividen. Investor yang ingin mendapatkan dividen harus membeli saham tersebut paling lambat saat cum dividen date dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan penerima dividen (recording date). Berikut daftar emiten saham yang memasuki cum dividen date hari ini beserta potensi yield: Kode Dividen per Saham Harga Saham (19 Juni 2026) Dividend Yield TIFA Rp 4,00 Rp 278 1,44% AGII Rp 11,42 Rp 2.670 0,43% BATR Rp 2,00 Rp 90 2,22% BMHS Rp 1,03 Rp 183 0,56% CEKA Rp 150,00 Rp 2.380 6,30% DGWG Rp 6,50 Rp 302 2,15% ESTI Rp 2,00 Rp 129 1,55% HGII Rp 0,43 Rp 130 0,33% MDIY Rp 17,62 Rp 845 2,09% MKPI Rp 950,00 Rp 21.825 4,35% PEHA Rp 5,01 Rp 254 1,97% PTBA Rp 114,508 Rp 2.530 4,53% PWON Rp 13,00 Rp 254 5,12% SMRA Rp 5,00 Rp 294 1,70% Tonton: Bahlil Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, Tuntut PLN Tuntaskan Persoalan Teknis Ringkasan Kinerja Emiten Utama 1. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) PTBA mencatat pendapatan Rp42,65 triliun dan laba bersih Rp2,93 triliun pada tahun buku 2025. Perseroan membagikan dividen Rp114,508 per saham atau sekitar Rp1,32 triliun, setara 45% laba bersih, sedangkan sisanya ditahan untuk mendukung ekspansi usaha. 2. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) Pengembang kawasan Pondok Indah ini membagikan dividen tunai Rp950 per saham, salah satu yang terbesar secara nominal dalam periode ini. Dividen berasal dari laba bersih tahun buku 2025 sesuai keputusan RUPS. 3. PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) Produsen minyak nabati dan produk pangan ini menetapkan dividen tunai Rp150 per saham. CEKA secara historis dikenal sebagai emiten dengan fundamental yang stabil dan pembagian dividen yang konsisten. Tonton: PLN Masih Kekurangan Pasokan Batubara 20 Juta Ton, Ancaman Pemadaman Listrik Masih Mengintai 4. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) PWON membagikan dividen Rp13 per saham. Kinerja perusahaan tetap ditopang oleh pendapatan berulang (recurring income) dari pusat perbelanjaan, hotel, dan perkantoran, di samping penjualan properti. 5. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) SMRA membagikan dividen Rp5 per saham. Perseroan mempertahankan pertumbuhan bisnis melalui pengembangan township dan penjualan properti di sejumlah kota besar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini