Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Moeldoko: Perusahaan China Garap PLTG Celukan Bawang


Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan perusahaan asal China, Shanghai Electric Group Corp (SEC) akan menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), di Desa Celukan Bawang, Buleleng, Bali. Nilai investasi pembangunan PLTG Celukan Bawang itu mencapai US$1,3 miliar.

Moeldoko menyebut proyek itu resmi berjalan usai Direktur Utama PT PLTG Celukan Bawang, Hendrianto dan Presiden Direktur SEC Yi Xiaorong menandatangani kerja sama investasi serta engineering, procurement and construction contractor.
Tadi dilakukan MoU antara PT PLTG Celukan Bawang dengan Shanghai Electric Group Corp. Itu nilai investasinya sekitar 1,3 miliar US dolar," kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11).

Moeldoko menyatakan PLTG Celukan Bawang ini diharapkan bisa menambah pasokan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Dewata. Ia menyebut PLTG juga sejalan dengan peraturan Gubernur Bali I Wayan Koster agar Bali bersih dari polusi.

"Nah ini salah satu solusinya, makannya pakai PLTG," ujarnya.

Mantan panglima TNI itu mengatakan PT PLTG Celukan Bawang menjadi pelaksana proyek, sementara Shanghai Electric yang akan membangun PLTG tersebut. Ia menyebut Shanghai Electric punya pengalaman dalam membangun pembangkit listrik di beberapa negara.

"Mereka sudah mengelola di beberapa negara, semua sangat paham betapa Shanghai Electric cukup teruji. Tetapi kita juga menginginkan membangun di Indonesia harus yang terbaik," tuturnya.
Sementara Direktur Utama PT PLTG Celukan Bawang Hendriyanto mengatakan proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 50 hektare. Pembangunan akan dimulai pada Sementara I tahun depan.

"Proyek ini diprediksi selesai tiga tahun kemudian. Harapan kami, masyarakat Bali tak akan pernah lagi khawatir listrik mereka mati tiba-tiba," kata Hendriyanto.

Hendriyanto mengklaim pembangunan proyek ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Ia menyatakan PT PLTG berkomitmen untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam membangun PLTG yang diproyeksi bisa menghasilkan listrik sebesar 350 MW x 2.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini