Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Moeldoko: Perusahaan China Garap PLTG Celukan Bawang


Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan perusahaan asal China, Shanghai Electric Group Corp (SEC) akan menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), di Desa Celukan Bawang, Buleleng, Bali. Nilai investasi pembangunan PLTG Celukan Bawang itu mencapai US$1,3 miliar.

Moeldoko menyebut proyek itu resmi berjalan usai Direktur Utama PT PLTG Celukan Bawang, Hendrianto dan Presiden Direktur SEC Yi Xiaorong menandatangani kerja sama investasi serta engineering, procurement and construction contractor.
Tadi dilakukan MoU antara PT PLTG Celukan Bawang dengan Shanghai Electric Group Corp. Itu nilai investasinya sekitar 1,3 miliar US dolar," kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11).

Moeldoko menyatakan PLTG Celukan Bawang ini diharapkan bisa menambah pasokan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Dewata. Ia menyebut PLTG juga sejalan dengan peraturan Gubernur Bali I Wayan Koster agar Bali bersih dari polusi.

"Nah ini salah satu solusinya, makannya pakai PLTG," ujarnya.

Mantan panglima TNI itu mengatakan PT PLTG Celukan Bawang menjadi pelaksana proyek, sementara Shanghai Electric yang akan membangun PLTG tersebut. Ia menyebut Shanghai Electric punya pengalaman dalam membangun pembangkit listrik di beberapa negara.

"Mereka sudah mengelola di beberapa negara, semua sangat paham betapa Shanghai Electric cukup teruji. Tetapi kita juga menginginkan membangun di Indonesia harus yang terbaik," tuturnya.
Sementara Direktur Utama PT PLTG Celukan Bawang Hendriyanto mengatakan proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 50 hektare. Pembangunan akan dimulai pada Sementara I tahun depan.

"Proyek ini diprediksi selesai tiga tahun kemudian. Harapan kami, masyarakat Bali tak akan pernah lagi khawatir listrik mereka mati tiba-tiba," kata Hendriyanto.

Hendriyanto mengklaim pembangunan proyek ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Ia menyatakan PT PLTG berkomitmen untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam membangun PLTG yang diproyeksi bisa menghasilkan listrik sebesar 350 MW x 2.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)