Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ketidakpastian Pemilu AS Angkat Harga Emas ke Rekor Tertinggi pada Rabu (30/10) Pagi

  Harga emas mencatat rekor tertinggi pada Rabu (30/10), didorong oleh ketidakpastian pemilu Amerika Serikat (AS) yang meningkatkan permintaan terhadap emas batangan. Sementara investor menantikan rangkaian data ekonomi AS yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga The Fed. Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,1% menjadi US$2.778,27 per ons troi pada pukul 00:26 GMT, setelah menyentuh rekor tertinggi US$2.778,79. Tren bullish yang kuat ini memperlihatkan minat investor yang tinggi terhadap aset aman. Sedangkan, kontrak berjangka emas AS naik 0,4% ke $2.790,60. Dengan pemilu AS pada 5 November yang semakin dekat, ketidakpastian memicu kenaikan permintaan emas, di mana jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat menuju Gedung Putih. Data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan lowongan pekerjaan turun ke level terendah dalam lebih dari 3,5 tahun pada bulan September. Sementara data untuk bulan sebelumnya direvisi turun, mengindikasikan pelemahan pas...

Bursa Asia Dibuka Bervariasi Rabu (30/10), Data Inflasi Australia Menjadi Sorotan

  Bursa saham Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada hari Rabu (30/10), setelah indeks utama Wall Street naik. Dengan Nasdaq Composite ditutup pada rekor tertinggi baru karena kenaikan saham teknologi. Para pedagang di Asia menantikan data harga konsumen dari Australia, di mana inflasi untuk kuartal yang berakhir pada September diperkirakan turun menjadi 2,9%, dari 3,8% pada kuartal sebelumnya. Di Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka naik 0,8% dan indeks Topix menguat 0,5%. Bank of Japan akan memulai pertemuan kebijakan dua harinya pada hari Rabu, dengan ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bank sentral tersebut akan mempertahankan suku bunga tetap di 0,25%. Sementara itu, indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,6% dan indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil diperdagangkan stabil. Indeks S&P/ASX 200 di Australia tercatat turun 0,3%. Sementara untuk indeks Futures Hang Seng Hong Kong berada di 20.746, dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks terseb...

Harga Minyak Dunia Stabil Rabu (30/10) Pagi, Persediaan Minyak Mentah AS Menyusut

  Harga minyak stabil pada Rabu (30/10), setelah data industri menunjukkan penurunan tak terduga dalam persediaan minyak mentah dan bensin Amerika Serikat (AS). Hal ini terjadi setelah dua sesi penurunan sebelumnya karena adanya prospek penurunan ketegangan di Timur Tengah. Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent naik 21 sen atau 0,3% menjadi US$71,33 per barel pada pukul 00:02 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 22 sen, atau 0,3%, menjadi US$67,43 per barel. Persediaan minyak mentah dan bahan bakar AS turun minggu lalu, menurut sumber pasar yang mengutip data dari American Petroleum Institute (API) pada Selasa. Stok minyak mentah menurun sebanyak 573.000 barel pada minggu yang berakhir 25 Oktober, ungkap sumber tersebut yang berbicara dengan syarat anonim. Stok bensin berkurang 282.000 barel, sementara stok distilat turun sebanyak 1,46 juta barel, tambah sumber tersebut. Sebelumnya, sembilan analis yang disurve...