Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Penyaluran KUR Capai Rp115,9 Triliun pada Januari- September


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada Januari hingga September 2019 sebesar Rp115,9 triliun. Angka itu setara dengan 82,79 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp140 triliun.

Ia menyatakan penyaluran KUR di sektor produksi sebesar 50 persen dari realisasi, sedangkan 50 persen sisanya disalurkan ke sektor non produksi. Ini artinya, penyaluran ke masing-masing sektor sekitar Rp57,9 triliun.

Ia merinci penyaluran KUR jenis mikro per September 2019 sebesar Rp71,42 triliun, kecil atau khusus sebesar Rp43,88 triliun, dan penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) sebesar Rp659 miliar.

"Perkembangan total realisasi akumulasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 sebesar Rp449,6 triliun dengan outstanding Rp158,1 triliun," ucap Airlangga, Selasa (12/11).
Ia menyebut jumlah debitur dari Agustus 2015 hingga 30 September 2019 sebanyak 18 juta orang.

Sementara, jumlah debitur khusus dari Januari sampai September 2019 sebanyak 4 juta orang. Rinciannya, debitur KUR jenis mikro tercatat sebanyak 3,8 juta orang. Lalu, total nasabah KUR kecil atau khusus sebanyak 288 ribu orang, dan penempatan TKI sebanyak 37 ribu orang.

"Manfaat KUR juga sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan skala ekonomi usahanya," terang Airlangga.

Dari sisi rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL), Airlangga bilang berada di kisaran 1,23 persen untuk periode Januari hingga September 2019. Angkanya bisa dibilang stabil dibandingkan dengan posisi Agustus 2019 yang sebesar 1,3 persen.



Ia menambahkan suku bunga KUR tahun depan turun dari 7 persen menjadi 6 persen. Hal ini dilakukan guna menarik lebih banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengajukan kredit.

"Rapat koordinasi soal perubahan kebijakan KUR, telah disepakati KUR yang akan didorong ke depan adalah KUR yang pro kerakyatan. Januari 2020 suku bunga turun menjadi 6 persen," katanya.

Selain itu, pemerintah juga menaikkan target penyaluran KUR menjadi Rp190 triliun atau naik 35,71 persen dari target tahun ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025