Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Penyaluran KUR Capai Rp115,9 Triliun pada Januari- September


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada Januari hingga September 2019 sebesar Rp115,9 triliun. Angka itu setara dengan 82,79 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp140 triliun.

Ia menyatakan penyaluran KUR di sektor produksi sebesar 50 persen dari realisasi, sedangkan 50 persen sisanya disalurkan ke sektor non produksi. Ini artinya, penyaluran ke masing-masing sektor sekitar Rp57,9 triliun.

Ia merinci penyaluran KUR jenis mikro per September 2019 sebesar Rp71,42 triliun, kecil atau khusus sebesar Rp43,88 triliun, dan penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) sebesar Rp659 miliar.

"Perkembangan total realisasi akumulasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 sebesar Rp449,6 triliun dengan outstanding Rp158,1 triliun," ucap Airlangga, Selasa (12/11).
Ia menyebut jumlah debitur dari Agustus 2015 hingga 30 September 2019 sebanyak 18 juta orang.

Sementara, jumlah debitur khusus dari Januari sampai September 2019 sebanyak 4 juta orang. Rinciannya, debitur KUR jenis mikro tercatat sebanyak 3,8 juta orang. Lalu, total nasabah KUR kecil atau khusus sebanyak 288 ribu orang, dan penempatan TKI sebanyak 37 ribu orang.

"Manfaat KUR juga sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan skala ekonomi usahanya," terang Airlangga.

Dari sisi rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL), Airlangga bilang berada di kisaran 1,23 persen untuk periode Januari hingga September 2019. Angkanya bisa dibilang stabil dibandingkan dengan posisi Agustus 2019 yang sebesar 1,3 persen.



Ia menambahkan suku bunga KUR tahun depan turun dari 7 persen menjadi 6 persen. Hal ini dilakukan guna menarik lebih banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengajukan kredit.

"Rapat koordinasi soal perubahan kebijakan KUR, telah disepakati KUR yang akan didorong ke depan adalah KUR yang pro kerakyatan. Januari 2020 suku bunga turun menjadi 6 persen," katanya.

Selain itu, pemerintah juga menaikkan target penyaluran KUR menjadi Rp190 triliun atau naik 35,71 persen dari target tahun ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini