Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Penyaluran KUR Capai Rp115,9 Triliun pada Januari- September


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada Januari hingga September 2019 sebesar Rp115,9 triliun. Angka itu setara dengan 82,79 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp140 triliun.

Ia menyatakan penyaluran KUR di sektor produksi sebesar 50 persen dari realisasi, sedangkan 50 persen sisanya disalurkan ke sektor non produksi. Ini artinya, penyaluran ke masing-masing sektor sekitar Rp57,9 triliun.

Ia merinci penyaluran KUR jenis mikro per September 2019 sebesar Rp71,42 triliun, kecil atau khusus sebesar Rp43,88 triliun, dan penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) sebesar Rp659 miliar.

"Perkembangan total realisasi akumulasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 sebesar Rp449,6 triliun dengan outstanding Rp158,1 triliun," ucap Airlangga, Selasa (12/11).
Ia menyebut jumlah debitur dari Agustus 2015 hingga 30 September 2019 sebanyak 18 juta orang.

Sementara, jumlah debitur khusus dari Januari sampai September 2019 sebanyak 4 juta orang. Rinciannya, debitur KUR jenis mikro tercatat sebanyak 3,8 juta orang. Lalu, total nasabah KUR kecil atau khusus sebanyak 288 ribu orang, dan penempatan TKI sebanyak 37 ribu orang.

"Manfaat KUR juga sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan skala ekonomi usahanya," terang Airlangga.

Dari sisi rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL), Airlangga bilang berada di kisaran 1,23 persen untuk periode Januari hingga September 2019. Angkanya bisa dibilang stabil dibandingkan dengan posisi Agustus 2019 yang sebesar 1,3 persen.



Ia menambahkan suku bunga KUR tahun depan turun dari 7 persen menjadi 6 persen. Hal ini dilakukan guna menarik lebih banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengajukan kredit.

"Rapat koordinasi soal perubahan kebijakan KUR, telah disepakati KUR yang akan didorong ke depan adalah KUR yang pro kerakyatan. Januari 2020 suku bunga turun menjadi 6 persen," katanya.

Selain itu, pemerintah juga menaikkan target penyaluran KUR menjadi Rp190 triliun atau naik 35,71 persen dari target tahun ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini