Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Penjualan Xiaomi di Eropa Melesat 73 Persen Kuartal III 2019


Ponsel merek Xiaomi kini semakin berjaya di pasar Eropa. Laporan terbaru menunjukkan penjualan perusahaan asal China ini naik 73 persen di Benua Biru pada kuartal ketiga 2019 dibanding periode yang sama tahun lalu.

Xiaomi bahkan masuk dalam peringkat keempat di pangsa pasar seluruh Eropa. Hal ini merupakan kabar baik bagi Xiaomi di tengah kondisi penjualan ponsel yang justru menyusut di negerinya sendiri.

Calanyst mencatat, pertumbuhan Xiaomi melampaui kenaikan penjualan produk lain, seperti Samsung yang hanya 23 persen dalam setahun belakangan.

Pada kuartal III 2019, Xiaomi 'merebut' 10,5 persen pasar Eropa, mewakili pertumbuhan 73 persen dengan pengiriman 5,5 juta unit ponsel pintar.

Dilansir dari Gizmochina, General Manager Lu Weibing mengatakan saat ini Xiaomi hendak mengikuti langkah Samsung dan Apple untuk memperoleh pangsa pasar yang lebih besar di Eropa.

Berbeda dengan rivalnya, Huawei yang merupakan ponsel nomor satu di China justru mengalami kesulitan dalam bersaing di Eropa. Dengan pangsa pasar kuartal III 2019 hanya 22,2 persen dan mengirimkan 11,6 juta ponsel, pertumbuhan Huawei tercatat stagnan.

Hal tersebut diperparah oleh Amerika Serikat yang melarang peredaran Huawei, sehingga Google mencabut seluruh layanannya pada ponsel tersebut. Walau masih berada di posisi kedua, Huawei tak mengalami pertumbuhan signifikan.



Analisis senior Canalyst Ben Stanton mengatakan pasar Eropa merupakan pasar yang tak hanya memiliki banyak peluang, tetapi juga ancaman. Brexit memiliki dampak negatif bagi penjualan ponsel dari luar Eropa.

"Di Inggris, pengiriman perangkat premium dari Samsung dan Apple dipercepat sebelum tenggat waktu Brexit tahun ini. Terjadi penurunan penjualan besar, karena distributor dipaksa untuk menimbun produk dan melakukan lindung nilai terhadap risiko tarif yang akan datang," jelasnya dalam laporan Canalyst.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini