Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Mendag Yakin Wabah Virus Corona Tak Ganggu Ekspor ke China


Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyatakan merebaknya Virus Corona tidak berdampak pada hubungan ekspor - impor antara Indonesia dan China.

"Di sana (China) juga tetap kami jalankan sesuai prosedur negara penerima ekspor kita," kata Agus pada Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian 2020 dikutip dari Antara, Selasa (28/1).

Agus menilai China masih menjadi pasar utama bagi Indonesia sehingga pemerintah belum mengeluarkan kebijakan khusus terkait pembatasan produk impor dari negara tersebut.

Sepanjang 2019 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China masih menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar bagi Indonesia. Total nilai ekspor Indonesia ke China mencapai US$25,85 miliar atau sekitar 16,68 persen terhadap total ekspor.
Karena berkaitan dengan negara China, sangat besar dengan 1,7 miliar penduduk. Jadi potensinya besar sekali," kata Agus.

Soal pembatasan produk impor dari China dan negara-negara terdampak lainnya, Agus menambahkan bahwa Kemendag masih berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian mengingat Virus Corona ini merupakan kejadian baru.

"Pembatasan lainnya akan kami lihat dan evaluasi karena kejadian sangat baru dan berkembang sangat cepat. Kami harus antisipasi," ujarnya.

Sebagai informasi, Virus Corona pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China pada akhir 2019 lalu. Hingga kini, virus itu setidaknya sudah menjalar ke Taiwan, Nepal, Jepang, Korea Selatan, Kamboja, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, dan Jerman.

Setidaknya, saat ini 82 orang meninggal dan lebih dari 2.700 orang telah terinfeksi Virus Corona.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025