Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Capital Inflow Masih Topang Laju IHSG Hari Ini


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Senin (13/1). Peluang kenaikan indeks saham ditopang oleh kuatnya fundamental perekonomian, termasuk arus modal masuk (capital inflow).

Analis Indosurya William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG masih terkonsolidasi dalam rentang yang wajar. Capital inflow tercatat masih menopang pola kenaikan IHSG hari ini.

"Peluang kenaikan masih terlihat dalam pola gerak IHSG. Hari ini IHSG berpotensi menguat," ujar William dalam risetnya.

Ia memperkirakan indeks saham akan melaju di rentang support 6.198 dan resistance 6.402.


Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan memprediksi hal berbeda. Menurut dia, IHSG berpotensi melemah pada awal pekan. Ia memprediksikan perhatian investor masih akan tertuju ketegangan hubungan AS-Iran.

"Secara teknikal indikator stochastic mulai melebar setelah membentuk deadcross, mengindikasikan masih ada potensi pelemahan jangka pendek," jelasnya.

Ia memprediksi IHSG akan bergerak di level support 6.258-6.266 dan resistance 6.289-6.304.
IHSG terpantau menguat tipis pada perdagangan Jumat (10/11). Indeks saham ditutup di level 6.275 naik 0,448 poin atau 0,01 persen.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak melemah. Indeks Dow Jones merosot 0,46 persen ke level 28.823, S&P 500 melemah 0,29 persen ke level 3.265, dan Nasdaq Composite turun 0,27 persen menjadi 9.178.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini