Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Naik pada Selasa (28/4) Pagi

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan mayoritas indeks naik. Mengutip Bloomberg, pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 331,95 poin atau 0,57% ke 60.196,23, Hang Seng turun 111,28 poi atau 0,43% ke 25.814,37, Taiex naik 86,36 poin atau 0,21% ke 39.699,70, Kospi naik 87,32 poin atau 1,31% ke 6.701,95, ASX 200 turun 42,95 poin atau 0,49% ke 8.723,40, Straits Times naik 33,30 poin atau 0,68% ke 4.925,12 dan FTSE Malaysia naik 9.30 poin atau 0,54% ke 1.726,57. Bursa Asia bergerak variasi namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Mengutip Bloomberg, bank sentral di dunia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini ...

Pertama Kali Dalam 22 Tahun, Boeing Rugi


Boeing menderita rugi bersih US$636 juta pada tahun lalu. Padahal, perusahaan masih bisa meraih laba US$10,5 miliar pada 2018 lalu.

Masalah tersebut menjadi kerugian tahunan pertama yang dialami Boeing sejak 1997. Selain masalah tersebut, Boeing juga menyatakan operasi inti pesawat komersial mereka juga juga kehilangan uang sampai dengan US$6,7 miliar sepanjang tahun kemarin.

Kerugian tersebut diakibatkan oleh masalah yang menimpa Boeing 737 Max produksi mereka. Masalah  tersebut membuat pendapatan mereka anjlok 24 persen pada tahun lalu.

Penurunan pendapatan terjadi karena sejumlah pembeli membatalkan rencana pembelian pesawat. Pembatalan tersebut membuat Boeing menghentikan pengiriman pesawat mereka ke pelanggan.
Tak hanya itu, Boeing juga mendapatkan masalah berat pada 2019 kemarin. Masalah berkaitan dengan pembayaran kompensasi sebesar US$2,6 miliar kepada pelanggan mereka atas larangan terbang Boeng 737 Max yang diberlakukan usai kecelakaan yang menimpa pesawat jenis tersebut beberapa waktu lalu.

CEO Boeing Dave Calhoun mengatakan perusahaannya akan berusaha bangkit dari keterpurukan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembalikan 737 Max ke layanan yang aman supaya kepercayaan masyarakat dan dunia bisa pulih seperti dulu.

"Kami memang memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Makanya kami akan fokus mengembalikan 737 Max ke layanan dengan aman demi memulihkan kepercayaan publik," katanya seperti dikutip dari CNNBusiness, Kamis (30/1).

Selain dihadapkan pada masalah Boeing 737 Max, kinerja keuangan Boeing selama 2019 kemarin juga dibebani oleh peningkatan biaya produksi jet. Mereka mencatat biaya produksi jet meningkat $ 2,6 miliar selama 2019.



Pada tahun tersebut, Boeing terus membangun Max sepanjang tahun. Tapi, mereka tidak bisa mengirimkan pesawat produksi mereka

Akibat masalah tersebut, Boeing memiliki 400 jet lengkap yang diparkir di negara bagian Washington dan Texas karena  pengiriman belum bisa dilakukan.

Boeing memperkirakan masalah tersebut berpotensi menambah beban perusahaan sampai dengan US$4 miliar pada 2020 ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)