Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

BMKG: Waspada Hujan Lebat Jabodetabek Hingga 12 Januari


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada warga yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, hingga Bekasi (Jabodetabek) untuk waspada karena ada potensi hujan sedang hingga lebat pada 8 hingga 12 Januari 2020.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono potensi itu disebabkan oleh dinamika atmosfer menunjukkan aktivitas monsun Asia masih signifikan. Selain itu, gelombang atmosfer (MJO) pun masih aktif di wilayah Indonesia.

"Adapun pola konvergensi angin yang memanjang mulai dari Banten bagian utara hingga Nusa Tenggara, akibat adanya pusat tekanan rendah di barat Laut Australia dan bibit Siklon Tropis di sekitar Teluk Carpentaria Australia," tulis Mulyono melalui keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (8/1).


Berdasarkan pengamatan BMKG itu, berikut prakiraan titik mana saja yang berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat:
8 Januari 2020

BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang terjadi mulai siang hari di Bogor, Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, Bekasi bagian barat dan pada malam hari terjadi di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

9 dan 10 Januari 2020

Pada periode ini, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir, terjadi mulai dini hari menjelang pagi terutama di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Tangerang, Bekasi, dan sebagian wilayah Depok dan Bogor.

Lebih lanjut BMKG memperkirakan intensitas hujan akan menurun pada pagi menjelang siang hari dan berpotensi ada peningkatan curah hujan pada sore menjelang malam hari.




11 dan 12 Januari 2020

BMKG mengatakan curah hujan di wilayah Jabodetabek relatif berkurang dibanding dengan periode sebelumnya. Artinya, intensitas hujan ringan-sedang terjadi terutama di Bogor, Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bekasi, dan Tangerang.

"Hujan dengan intensitas sedang-lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek pada periode 9-12 Januari 2020 namun tidak seekstrem hujan yang terjadi pada tanggal 01 Januari 2020," tegas Mulyono.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin," sambungnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)