Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Sukses Buka Usaha 'Dessert' Bersama Pasangan dengan GrabFood


Merintis usaha bersama pasangan bukanlah perkara mudah untuk dilakukan. Ada beberapa kendala yang mungkin saja ditemui, seperti kurang objektif dalam mengambil keputusan bisnis atau masa depan kelangsungan bisnis jika hubungan tidak berjalan baik. Namun tidak bagi Steven dan Anita yang kompak mendirikan Zeribowl, outlet yang khusus menjual hidangan pencuci mulut di Medan.

"Awalnya nggak sengaja, hanya untuk mengisi event. Setelah dicoba dijual saat bazar, mendapat respons baik dari para pembeli, jadinya lanjut terus. Apalagi Steven pernah mengikuti kursus membuat Taiwan dessert. Sayang kalau tidak dikembangkan," ujar Anita di Medan, Senin (6/1).

Anita dan Steven bisa menjadi contoh bagi pasangan yang memulai bisnis bersama. Mereka bisa membuktikan bahwa kendala dan tantangan bisnis bisa dilewati. Kesuksesan menjalankan bisnis kuliner itu tak terlepas dari pilihan mereka bergabung dengan GrabFood.


Steven mengaku memutuskan memilih GrabFood karena melihat jangkauan pengantarannya sehingga membantu mereka memperluas jangkauan pasar.

"Pada awalnya, setiap hari menerima pesanan maksimal 70 porsi, berbeda jauh dengan saat ini. Ketika sudah bergabung dengan GrabFood, pesanan bisa sampai 300 porsi untuk 1 outlet. Saat ini sudah 8 outlet berdiri setelah 5 tahun," ujar Steven.

"Sekarang penjualan mayoritas juga melalui online, yang datang ke outlet hanya 20 persen," tambahnya.

Dia mengatakan bergabung dengan GrabFood merupakan pilihan tepat karena omzet Zeribowl meningkat hingga 40 persen berkat GrabFood. Terlebih, hal tersebut didukung oleh kebiasaan pembeli saat ini yang ingin serbapraktis saat makan.

"Kami juga sering bertanya dengan mitra pengemudi GrabFood yang mengantarkan pesanan untuk mengetahui tujuan pengantaran, data tersebut kami jadikan acuan untuk setiap membuka outlet baru," ujarnya.

Steven mengaku targetnya adalah mengembangkan Zeribowl untuk menjangkau kota-kota lain di Indonesia. Selain memperkuat dominasi mereka di Medan, tentu juga terus memperbarui menu yang unik. Dia berharap dapat terus memperbesar jangkauan dengan bekerja sama dengan GrabFood di kota-kota lainnya.

"Kami ingin kerja sama dengan GrabFood langgeng terus. Selain keuntungan yang semakin meningkat, dampak positif bergabung dengan Grabfood adalah kemudahan untuk menyapa pelanggan setia kami," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini