Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Honda Jazz 2020 Dinilai 'Cute', Cocoknya untuk Pasar Jepang


Honda Prospect Motor (HPM) masih menimbang-nimbang untuk memasarkan Jazz 2020 di Indonesia. Generasi keempat Jazz meluncur untuk pertama kali di dunia pada Tokyo Motor Show, Rabu (23/10).

Meluncur di Jepang, seluruh varian Honda Jazz/Fit dilengkapi fitur CMBS (Collision Mitigation Braking System). Selain itu Fit menjadi model pertama Honda yang menggunakan Honda Connect atau modul on-board communication.

"Semua kemungkinan ada, tapi belum diputuskan. Masih berunding," kata Bussines Innovation & Sales Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy di Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/1).

Menurut Yusak, Jazz/Fit kental dengan aura sporty, sementara Jazz di Jepang lebih 'lucu' sehingga diakui tidak cocok untuk pasar Indonesia.

"Jazz itu cenderungnya sporty image. Kalau yang baru kan cute, imut. Model seperti itu cocoknya buat di Jepang," ucap Yusak.

Penjualan Jazz dalam tiga tahun terakhir memang terpantau merosot. Data Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) penjualan Jazz 2019 berjumlah 12.168 unit, 2018 sebanyak 14.270 unit, dan 2017 tembus 16.100 unit.


Penurunan penjualan Jazz lantas bukan alasan HPM 'menyingkirkan' Jazz dari pasar hatchback di Indonesia. Namun lebih berpikir harus ada pembaruan di segmen medium hatchback. HPM berpikir bagaimana menghadirkan produk kompetitif.

Seperti Honda, Toyota Indonesia juga mengakui model baru Yaris belum tentu masuk Indonesia.

Direktur Marketing TAM Anton Jimmy Suwandi menjelaskan, Yaris baru yang peluncurannya di TMS 2019 didesain untuk pasar Jepang dan Eropa. Jika pun 'dipaksakan' masuk Indonesia harus memiliki perbedaan.

"Beda ya ini Yaris untuk Jepang. Yaris Indonesia baru saja minor change di tahun lalu," ucap Anton kepada CNNIndonesia.com di Jepang, Rabu (24/10).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025