Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

KKP Tangkap 31 Kapal Asing Ilegal Sejak Awal Tahun


Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyebut, per Rabu (22/4), ada 31 kapal asing ilegal yang ditangkap sejak awal 2020.

Dalam minggu ini saja, Edhy mengungkap ada 4 kapal asing yang menerobos masuk ke perairan Indonesia untuk mencuri hasil laut dalam negeri. Rincinya, 3 kapal berbendara Vietnam dan 1 kapal asal Filipina.

"Per hari ini, sudah ada 31 kapal ditangkap dan berhasil diamankan dengan semangat pengawasan dan menjaga laut kita," ucapnya pada rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (22/4).

Edhy bilang, terjadi kecelakaan dalam upayanya mengejar salah satu kapal asal Vietnam yang melarikan diri pada Senin (20/4) lalu. Dilaporkan 4 dari total 6 awak kapal berbendara Vietnam tersebut masih belum ditemukan hingga hari ini, sementara 2 orang lainnya telah diamankan.
Ia mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk dikomunikasikan kepada Kedutaan Besar Vietnam.

"Meski berhasil dilumpuhkan namun terjadi kecelakaan, kami yang menabrak sehingga kapal tenggelam. Kami sudah mengecek dan terus memantau dengan Bakamla untuk mencari korban tenggelam," terang Edhy.

Di kesempatan terpisah, ia mengungkap aktivitas pencurian ikan oleh kapal asing cenderung meningkat di tengah pandemi virus corona (covid-19).

"Sejak awal memang KKP tidak mengendurkan pengawasan di laut, karena kami meyakini di tengah upaya penanganan pandemi covid-19 ini, ada potensi kerawanan yang bisa dimanfaatkan oleh para pencuri ikan," kata Edhy, Senin (13/4).




Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Pusat Pengendalian (PUSDAL) KKP, pelaku penangkapan ikan ilegal cenderung memanfaatkan pandemi virus corona untuk melancarkan aksi-aksi pencurian ikan. Hal itu tercermin dari peningkatan jumlah kapal perikanan asing yang beroperasi di sekitar wilayah perbatasan Indonesia.

Pada Minggu (12/4) lalu, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan kembali melakukan penangkapan terhadap tiga kapal berbendera Malaysia di WPP-NRI 571-Selat Malaka.

"Kami sama sekali tidak mengurangi intensitas operasi pengawasan di laut, ini komitmen dan konsistensi KKP bahwa sumber daya kelautan dan perikanan harus kita lindungi dalam kondisi apapun," tegasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)