Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Facebook Gaming Dirilis Lebih Cepat Guna Menghilangkan Bosan


Perusahaan media sosial popular, Facebook dikabarkan akan merilis aplikasi gaming pertama mereka pada Senin (20/4) waktu setempat yang diberi nama Facebook Gaming dan dapat digunakan secara gratis.

Sebetulnya, aplikasi Facebook Gaming dijadwalkan meluncur pada Juni 2020 tetapi perusahaan memutuskan untuk mempercepat perilisan dan mengambil kesempatan saat masa karantina akibat pandemi virus corona SARS-Cov-2 (Covid-19).

Sebelumnya perusahaan yang digawangi Mark Zuckberg ini telah menguji coba aplikasi ini di beberapa negara di Amerika Latin dan Asia Tenggara selama lebih dari satu tahun.
Facebook Gaming baru akan tersedia di perangkat Android. Saat ini tengah menunggu persetujuan Apple Inc agar bisa masuk ke lini aplikasi App Store.

"Berinvestasi dalam dunia gim telah menjadi prioritas kami. Kami melihat akan ada peningkatan besar pada aplikasi Facebook Gaming selama masa karantina (virus corona Covid-19)," kata Kepala Aplikasi Facebook, Fidji Simo dikutip The New York Times.

Ada salah satu fitur unggulan Facebook Gaming, yaitu Go Live. Nantinya pengguna dapat melakukan live streaming sambil bermain gim bersama pengguna lainnya.
Facebook mengatakan pihaknya tidak akan memasukkan iklan di awal peluncuran aplikasi, sebab perusahaan fokus untuk mengumpulkan banyak pengguna yang 'terjebak' di rumah.

Demi menggaet pengguna, Facebook menjalin kerjasama eksklusif dengan mantan juara UFC (Ultimate Fighting Championship) Ronda Rousey.

"Facebook Gaming telah membuat langkah luar biasa karena mereka telah mengakuisisi Ronda Rousey untuk meningkatkan pangsa oasar mereka di layanan live streaming," kata CEO StreamElements, Doron Nir kepada jurnalis The Verge.

Pada bisnis gaming, Facebook mesti berjibaku dengan Twitch dan Youtube. Sebab keduanya juga menyediakan layanan live streaming untuk para pecinta gim.

Twitch sendiri merupakan platform live streaming video milik Twitch Interactive, anak perusahaan Amazon. Perusahaan diakuisisi Amazon tahun 2014 silam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025