Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

The Fed Tahan Bunga, Rupiah Perkasa Rp15.140 per Dolar AS


Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.140 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Kamis (20/4). Posisi ini menguat 155 poin atau 1,01 persen dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.295 per dolar AS.

Penguatan mata uang Garuda senada dengan pergerakan mata uang lainnya di Asia. Tercatat, won Korea Selatan menguat 0,8 persen, baht Thailand 0,1 persen, dan dolar Singapura 0,06 persen.

Begitu pula dengan yuan China yang menguat 0,21 persen, ringgit Malaysia 0,61 persen, yen Jepang 0,01 persen, dan peso Filipina 0,18 persen. Sementara, dolar Hong Kong bergerak stagnan.

Di sisi lain, mayoritas mata uang negara maju justru bergerak di zona merah. Dolar Australia terpantau terkoreksi 0,17 persen, euro Eropa 0,04 persen, poundsterling Inggris 0,06 persen, dan dolar Kanada 0,04 persen.
Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menyatakan rupiah berpotensi menguat hari ini dalam rentang Rp15.150 per dolar AS hingga Rp15.450 per dolar AS. Hal ini dipengaruhi oleh sikap The Fed yang masih mempertahankan suku bunga acuan di nol persen.

"Sentimen cukup positif pagi ini di pasar keuangan," ucap Ariston
Sementara, faktor positif lainnya, antara lain harga minyak yang mulai bangkit (rebound), pelonggaran lockdown di sejumlah negara karena kasus virus corona yang mulai menurun, dan aktivitas manufaktur China yang mulai tumbuh pada April 2020.

"Sentimen positif tersebut memberikan indikasi awal ke pasar bahwa ekonomi global mulai pulih," pungkas Ariston.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini