Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Ahli Tak Jamin Rapid Test Corona Asli Dijual Online


Alat tes virus corona (SARS-CoV-2) makin marak dijual di berbagai toko online seiringan dengan bertambahnya jumlah pasien positif corona di Indonesia.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto telah mengatakan rapid test yang dijual secara online merupakan barang ilegal.

Statusnya sebagai barang ilegal membuat masyarakat harus waspada terhadap barang tersebut yang dijual di toko online. Ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo mengatakan memang cukup sulit untuk membedakan rapid test corona yang asli dengan yang palsu.
Akan tetapi ada beberapa hal dasar yang bisa dijadikan patokan untuk membedakan alat rapid test asli dengan yang palsu. Hal pertama yang harus dilihat oleh masyarakat adalah dari isi alat rapid test tersebut. Jangan sampai masyarakat mendapat alat rapid test yang tak sesuai untuk uji corona.

"Rapid tes itu kontennya kompleks, ada antigen dan ada antibodi khusus. Kalau palsu kan bisa hanya kertas kosongan, casing plastik tidak jelas," ujar Ahmad saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (14/4).

Lebih lanjut, Ahmad juga mengatakan dibutuhkan uji lab untuk membedakan alat rapid test palsu dengan yang asli.

"Dengan menambahkan antibodi yang telah divalidasi bahwa itu memang antibodi anti SARS-CoV-2," ujar Ahmad.
Dihubungi terpisah, Kepala Lembaga Biomolekuler Eijkman Amin Soebandrio menjelaskan untuk membuktikan keasliannya agar melihat produk atau merek rapid test tersebut apakah sudah disetujui atau didukung oleh pemerintah baik di Indonesia atau negara lain.

"Caranya mudah. Lihat apakah produknya dan lab-nya, sudah di endorse oleh pemerintah yang bersangkutan," kata Amin.

Ahmad menyarankan agar masyarakat tidak membeli mandiri alat rapid test untuk membuktikan terinfeksi virus Corona karena belum ada izin impor atau edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Uji lab nya rumit dan sangat menyusahkan untuk bedakan asli dan palsu. Itu tujuannya harus ada izin impor dari otoritas, yaitu Kemenkes. Maka penggunanya hanya boleh Kemenkes," tutur Ahmad.
Ahmad mengatakan tidak ada seorang pun yang akan menjamin keaslian alat rapid test yang dibeli mandiri oleh masyarakat di toko online.

"Itu alasannya Kementerian Kesehatan memastikan hanya boleh dilakukan instansi Kemenkes untuk perlindungan masyarakat sendiri," ujar Ahmad.


menemukan berbagai e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Bhinneka dan Shopee menjual alat deteksi cepat corona yang bisa mengeluarkan hasil tes hanya dalam hitungan puluhan menit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)