Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Anies Terapkan PSBB DKI, Kendaraan Masih Sumbang Polusi Udara


Berdasarkan data AirVisual per 27 April, Jakarta sempat berada di peringkat pertama kota terpolusi di dunia. Hal ini menimbulkan pertanyaan pasalnya kendaraan bermotor, unsur yang diasumsikan penyumbang besar polusi udara, seharusnya berkurang saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Data AirVisual menunjukkan Jakarta memiliki Air Quality Index (AQI) dengan polutan PM 2,5 di angka 142. Setelah Jakarta menyusul Yangon (Myanmar), Shenzhen (China), Hangzhou (China), dan Wuhan (China).

Sementara pada 28 April, Jakarta berada pada urutan 14 sebagai kota terpolusi dengan PM 2,5 pada angka 85.
Juru Kampanye Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu mengatakan kualitas udara di Jakarta tak pernah berada di indikator 'baik' selama PSBB. Jakarta telah menerapkan PSBB sejak 10 April hingga 23 April, kemudian telah diperpanjang hingga 22 Mei.

Bondan menjelaskan ada beberapa macam faktor penyebab polusi udara di Jakarta, namun utamanya ada dua dari sumber bergerak dan tidak bergerak.

"Selama PSBB ini mungkin asumsinya sumber bergerak [kendaraan] berkurang. Namun apa sumber tidak bergerak berkurang signifikan?" kata Bondan saat dihubungi, Rabu (29/4).

Bondan melanjutkan volume kendaraan di Jakarta bisa jadi berkurang selama PSBB, tapi dia bilang belum tentu aktivitas industri di Jawa Barat dan Banten ikut melandai. Wilayah di sekitar ibukota dikatakan juga menjadi kontributor kualitas udara.

"Bisa signifikan berkurang sumber emisi dari transportasi. Tapi apa industri di Jawa Barat dan Banten mengurangi aktivitasnya? Karena bisa jadi industri dan pembangkit listrik batubara sekitarnya justru berkontribusi kepada buruknya kualitas udara Jakarta," ucap Bondan.

Sepi Kendaraan Selama PSBB

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengakui pergerakan kendaraan di Jakarta sudah ditekan seiring penerapan PSBB. Meski demikian dia tidak bisa menyimpulkan hal itu berkaitan dengan kualitas udara.

"Ya sekarang ini lihat saja jalan tol atau tidak kendaraan jelas berkurang," ungkap Sambodo.

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 29 April menunjukkan volume kendaraan di jalan nasional non tol di Pulau Jawa turun drastis.

Di Pulau Jawa penurunan lalu lintas mulai 33 persen hingga 89 persen dengan rata-rata 68 persen. Khusus di jalan nasional non tol di Jalan Daan Mogot (Tangerang - Bts.DKI Jakarta) penurunannya mencapai 51 persen.

Sementara di jalan tol PUPR menjelaskan penurunan volume kendaraan imbas PSBB di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebesar 42-60 persen. Angka lalu lintas masih didominasi pergerakan lokal pada kawasan megapolitan Jabodetabek dan pergerakan logistik (angkutan barang).

Rata-rata penurunan lalu lintas ruas tol di wilayah DKI sebesar 42 persen dengan tingkat penurunan terbesar berada di ruas tol Prof. Sedijatmo (bandara) sebesar 57 persen.

BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pekan lalu juga sudah menyampaikan belum terlihat penurunan polusi udara secara signifikan di Jakarta selama masa PSBB.

"Pemantauan dari permukaan dengan rata-rata dari instrumen pengukur kualitas udara, bila dilihat kenaikan konsentrasi PM10 yang juga diiringi oleh kenaikan indeks kekeruhan udara dari AOD sepanjang periode 1 Maret-16 April 2020, belum terlihat adanya penurunan yang signifikan saat pemberlakuan kerja di rumah dan kebijakan PSBB," jelas Siswanto, Selasa (21/4).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini