Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Harga Minyak AS Amblas Hampir 25 Persen di Awal Pekan


Harga minyak mentah dunia terperosok kian dalam setelah anjlok 25 persen pada perdagangan Senin (27/4), waktu AS. Investor yang khawatir memilih angkat kaki karena kurangnya tempat penyimpanan yang tersedia.

Mengutip Antara, Selasa (28/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun US$1,45 atau 6,76 persen ke posisi US$19,99 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun US$4,16 atau 24,56 persen ke US$12,78 per barel.

Di awal perdagangan, WTI sempat tertekan hingga ke level US$11,88 dolar AS per barel.

Kurangnya tempat penyimpanan menjadi kendala meski permintaan bahan bakar terus naik sebesar 30 persen secara global. Menurut data Kpler, pada pekan lalu, sekitar 85 persen penyimpanan darat di seluruh dunia telah penuh.
Sontak, kekhawatiran terjadi. Pedagang menyatakan turunnya kontrak minyak mentah sebagian dikarenakan kaburnya dana investor dari kontrak Juni demi menghindari jebakan harga minyak yang sempat minus US$37,63 dolar AS per barel.

Dana Minyak AS LP, produk bursa minyak terbesar, menyatakan akan mengalihkan kepemilikannya dalam kontrak lebih baru dan menjual seluruh kepemilikannya dalam kontrak Juni.

"Pengarsipan USO merusak kepercayaan di pasar minyak untuk Juni dan telah menurunkan harga hari ini. Namun itu tidak mengubah prospek ekonomi untuk Juni yang selalu akan sulit," ungkap Ekonom The Economist Intelligence Unit Cailin Birch.

Sementara, menurut pelaku pasar, stok minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma untuk WTI naik lebih dari 6 persen dalam seminggu hingga 24 April 2020 menjadi 65 juta barel.

"Penggunaan di Cushing sedikit melambat, yang menandakan mereka menemukan tempat alternatif untuk menyimpan minyak atau penurunan besar dalam produksi," kata analis pasar senior Price Futures Group Phil Flynn.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025