Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah Melemah Tipis ke Rp13.988 per Dolar AS


Nilai tukar rupiah berada di level Rp 13.988 per dolar AS pada Jumat (20/12) pagi. Posisi tersebut melemah 0,03 persen dibandingkan Kamis (19/12) sore yang berada di posisi Rp13.985 per dolar AS.

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,11 persen, baht Thailand 0,05 persen, dan yen Jepang 0,05 persen.

Selanjutnya, peso Filipina juga menguat 0,03 persen, ringgit Malaysia 0,02 persen, dan lira Turki menguat tipis 0,01 persen.

Pelemahan hanya terjadi pada dolar Hong Kong sebesar 0,06 persen, dan dolar Taiwan 0,01 persen. Sementara dolar Singapura berada di posisi stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS
Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris terpantau menguat tipis 0,01 persen, dan dolar Australia menguat 0,07 persen. Pelemahan terjadi pada euro sebesar 0,03 persen, diikuti dolar Kanada yang melemah 0,05 persen terhadap dolar AS.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen ketidakjelasan kesepakatan dagang antara AS dan China. Ariston melihat kisaran pergerakan rupiah juga mungkin akan tipis.

"Kesepakatan yang belum jelas masih menyebabkan rupiah bergerak tipis. Namun optimisme penandatanganan kesepakatan akan berlangsung di awal Januari 2020 masih menjadi Sentimen utama ke rupiah," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia, Jumat (20/12).


Ariston mengatakan pada Kamis (19/12) kemarin, Kementerian Perdagangan China memang telah mengonfirmasi pernyataan pejabat AS bahwa teks kesepakatan sudah disetujui bersama dan akan segera ditandatangani. Tapi konfirmasi belum memberikan kejelasan.

Sementara Kabar pemakzulan Presiden Trump kelihatannya tidak berpengaruh ke rupiah karena kemungkinan besar Senat AS yang dikuasai Republik tidak akan mengeluarkan keputusan pemecatan.

Lebih lanjut, Ariston memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.960 hingga Rp14.030 per dolar AS hari ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini