Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Rupiah Melemah Tipis ke Rp13.988 per Dolar AS


Nilai tukar rupiah berada di level Rp 13.988 per dolar AS pada Jumat (20/12) pagi. Posisi tersebut melemah 0,03 persen dibandingkan Kamis (19/12) sore yang berada di posisi Rp13.985 per dolar AS.

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,11 persen, baht Thailand 0,05 persen, dan yen Jepang 0,05 persen.

Selanjutnya, peso Filipina juga menguat 0,03 persen, ringgit Malaysia 0,02 persen, dan lira Turki menguat tipis 0,01 persen.

Pelemahan hanya terjadi pada dolar Hong Kong sebesar 0,06 persen, dan dolar Taiwan 0,01 persen. Sementara dolar Singapura berada di posisi stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS
Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris terpantau menguat tipis 0,01 persen, dan dolar Australia menguat 0,07 persen. Pelemahan terjadi pada euro sebesar 0,03 persen, diikuti dolar Kanada yang melemah 0,05 persen terhadap dolar AS.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen ketidakjelasan kesepakatan dagang antara AS dan China. Ariston melihat kisaran pergerakan rupiah juga mungkin akan tipis.

"Kesepakatan yang belum jelas masih menyebabkan rupiah bergerak tipis. Namun optimisme penandatanganan kesepakatan akan berlangsung di awal Januari 2020 masih menjadi Sentimen utama ke rupiah," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia, Jumat (20/12).


Ariston mengatakan pada Kamis (19/12) kemarin, Kementerian Perdagangan China memang telah mengonfirmasi pernyataan pejabat AS bahwa teks kesepakatan sudah disetujui bersama dan akan segera ditandatangani. Tapi konfirmasi belum memberikan kejelasan.

Sementara Kabar pemakzulan Presiden Trump kelihatannya tidak berpengaruh ke rupiah karena kemungkinan besar Senat AS yang dikuasai Republik tidak akan mengeluarkan keputusan pemecatan.

Lebih lanjut, Ariston memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.960 hingga Rp14.030 per dolar AS hari ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)