Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bunga Langka Rhizanthes Ditemukan di Danau Maninjau Sumbar


Menurut dia, petugas balai konservasi menemukan bunga Rhizanthes lowii, yang sebagaimana bunga Rafflesia termasuk dalam famili Rafflesiaceae,  saat menelusuri hutan lindung di sekitar Danau Maninjau untuk mencari keberadaan Bunga Rafflesia setelah mendapatkan laporan dari warga sekitar.


Saat menelusuri hutan lindung itu, petugas BKSDA Resor Agam menemukan knop bunga langka yang tumbuh pada akar tanaman.

"Ini penemuan ke tiga kami," kata Ade Putra.

Sebelumnya, tumbuhan bunga parasit itu ditemukan di Kubu, Jorong Panji, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjungraya dan Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjungraya. 



Rhizanthes lowii memiliki kemiripan karakter fisik dengan bunga Rafflesia, yaitu tidak memiliki batang, akar, daun, dan klorofil. Tumbuhan itu tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga bergantung kepada inang untuk mendapatkan makanan.

Tumbuhan yang biasa hidup di daerah dengan ketinggian 500-1300 mdpl itu antara lain ditemukan di Pulau Sumatera, khususnya Sumatera Barat, tempat tumbuh Rhizanthes deceptor, Rhizanthes lowii, dan Rhizanthes infanticida. Kerusakan habitat mengancam kelestarian tumbuhan bunga langka tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini