Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Caplok Bank Permata, Bangkok Bank Ungkap Strategi Bisnis


Bangkok Bank Public Company Limited membeberkan strategi bisnis ke depan usai mengakuisisi PT Bank Permata Tbk dari Standard Chartered Bank (Standard Chartered) dan PT Astra International Tbk.

Presiden dan Direktur Eksekutif Bangkok Bank Chartsiri Sophonpanich mengatakan kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bisnis bersama bagi Bangkok Bank dan Bank Permata. Setelah akuisisi, ia bilang perseroan akan fokus mengembangkan tiga lini bisnis.

"Komposisi dalam Bank Permata, yaitu segmen korporasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan ritel cukup baik. Kami akan lanjutkan dan mendukung mereka dalam tiga bidang ini," katanya, Kamis (12/12).

Ia menuturkan Bank Permata dapat memanfaatkan keahlian Bangkok Bank pada bidang korporasi dan UKM. Selama ini, lanjutnya, Bangkok Bank memiliki hubungan baik dengan perusahaan terkemuka di Thailand.
Sebaliknya, ia menilai Bank Permata memiliki kekuatan bisnis yang kompetitif di Indonesia. Pasalnya, Bank Permata memiliki lebih dari 3,5 juta pelanggan ritel serta jaringan distribusi yang luas.

"Hal ini membantu kami mewujudkan peluang yang belum dimanfaatkan pada segmen korporasi dan UKM,"imbuhnya.

Selain tiga segmen tersebut, ia bilang Bangkok Bank akan mendorong digitalisasi pada bisnis Bank Permata. Saat ini, Bank Permata telah memiliki layanan m-banking, yakni Permata Mobile.
Melalui akuisisi itu, Bangkok Bank mengambil alih 89,12 persen saham Bank Permata dari dari kedua pemegang saham terdahulu. Mengutip keterangan resmi, harga pembelian indikatif sebesar Rp1.498 per saham, sehingga total transaksi akuisisi sebesar Rp37,43 triliun, setara US$2,67 miliar (mengacu kurs Rp13.999) atau 81,01 miliar baht Thailand (mengacu kurs Rp462) untuk 89,12 persen saham.

Sedangkan untuk 100 persen saham, maka nilai transaksi sebesar Rp42 triliun, setara US$3 miliar atau 90,90 miliar baht Thailand. Bangkok Bank menargetkan transaksi tersebut selesai pada 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini