Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Caplok Bank Permata, Bangkok Bank Ungkap Strategi Bisnis


Bangkok Bank Public Company Limited membeberkan strategi bisnis ke depan usai mengakuisisi PT Bank Permata Tbk dari Standard Chartered Bank (Standard Chartered) dan PT Astra International Tbk.

Presiden dan Direktur Eksekutif Bangkok Bank Chartsiri Sophonpanich mengatakan kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bisnis bersama bagi Bangkok Bank dan Bank Permata. Setelah akuisisi, ia bilang perseroan akan fokus mengembangkan tiga lini bisnis.

"Komposisi dalam Bank Permata, yaitu segmen korporasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan ritel cukup baik. Kami akan lanjutkan dan mendukung mereka dalam tiga bidang ini," katanya, Kamis (12/12).

Ia menuturkan Bank Permata dapat memanfaatkan keahlian Bangkok Bank pada bidang korporasi dan UKM. Selama ini, lanjutnya, Bangkok Bank memiliki hubungan baik dengan perusahaan terkemuka di Thailand.
Sebaliknya, ia menilai Bank Permata memiliki kekuatan bisnis yang kompetitif di Indonesia. Pasalnya, Bank Permata memiliki lebih dari 3,5 juta pelanggan ritel serta jaringan distribusi yang luas.

"Hal ini membantu kami mewujudkan peluang yang belum dimanfaatkan pada segmen korporasi dan UKM,"imbuhnya.

Selain tiga segmen tersebut, ia bilang Bangkok Bank akan mendorong digitalisasi pada bisnis Bank Permata. Saat ini, Bank Permata telah memiliki layanan m-banking, yakni Permata Mobile.
Melalui akuisisi itu, Bangkok Bank mengambil alih 89,12 persen saham Bank Permata dari dari kedua pemegang saham terdahulu. Mengutip keterangan resmi, harga pembelian indikatif sebesar Rp1.498 per saham, sehingga total transaksi akuisisi sebesar Rp37,43 triliun, setara US$2,67 miliar (mengacu kurs Rp13.999) atau 81,01 miliar baht Thailand (mengacu kurs Rp462) untuk 89,12 persen saham.

Sedangkan untuk 100 persen saham, maka nilai transaksi sebesar Rp42 triliun, setara US$3 miliar atau 90,90 miliar baht Thailand. Bangkok Bank menargetkan transaksi tersebut selesai pada 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini