Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Airnav Sebut Penerbangan Domestik Turun 17,5 Persen Pada 2019


Perum Lembaga Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia mencatat pergerakan penerbangan domestik turun hingga 17,5 persen sepanjang 2019.

Penurunan salah satunya terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan data Angkasa Pura II, penumpang di bandara tersebut turun dari 65,6 juta orang pada 2018 lalu menjadi tinggal 54,2 juta orang pada 2019, atau berkurang 11 juta orang.

"Penurunan pergerakan memang berat," kata Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto seperti dikutip dari Antara, Kamis (26/12).

Beruntung katanya, penurunan tersebut tak diikuti oleh pergerakan penerbangan internasional. Menurutnya, pergerakan penerbangan internasional memang turun.
Namun, untuk penerbangan internasional, penurunan pergerakan penerbangan hanya 0,1 persen. Penurunan tersebut membuat pendapatan Airnav tertolong.

"Pendapatan kami 60 persen-78 persen lebih banyak dari internasional," katanya.

Novie mengatakan penurunan pergerakan penerbangan tak hanya terjadi di Indonesia. Kondisi sama juga terjadi di luar negeri.

Menurutnya, berdasarkan data International Air Transport Association (IATA), secara global penumpang udara sepanjang 2019 ini memang turun 3 persen dibandingkan 2018.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025