Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Airnav Sebut Penerbangan Domestik Turun 17,5 Persen Pada 2019


Perum Lembaga Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia mencatat pergerakan penerbangan domestik turun hingga 17,5 persen sepanjang 2019.

Penurunan salah satunya terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan data Angkasa Pura II, penumpang di bandara tersebut turun dari 65,6 juta orang pada 2018 lalu menjadi tinggal 54,2 juta orang pada 2019, atau berkurang 11 juta orang.

"Penurunan pergerakan memang berat," kata Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto seperti dikutip dari Antara, Kamis (26/12).

Beruntung katanya, penurunan tersebut tak diikuti oleh pergerakan penerbangan internasional. Menurutnya, pergerakan penerbangan internasional memang turun.
Namun, untuk penerbangan internasional, penurunan pergerakan penerbangan hanya 0,1 persen. Penurunan tersebut membuat pendapatan Airnav tertolong.

"Pendapatan kami 60 persen-78 persen lebih banyak dari internasional," katanya.

Novie mengatakan penurunan pergerakan penerbangan tak hanya terjadi di Indonesia. Kondisi sama juga terjadi di luar negeri.

Menurutnya, berdasarkan data International Air Transport Association (IATA), secara global penumpang udara sepanjang 2019 ini memang turun 3 persen dibandingkan 2018.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025