Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Harga Minyak Melorot Akibat Lonjakan Pasokan di AS


Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Rabu (11/12). Pasar dikejutkan oleh kenaikan pasokan di Amerika Serikat (AS).

Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent melemah sebesar US$0,62 per barel ke level US$63,72 per barel. Kemudian, harga minyak WTI terkoreksi US$0,48 per barel menjadi US$58,76 per barel.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat persediaan minyak mentah AS naik 822 ribu barel pekan lalu. Realisasi itu berbanding terbalik dengan ekspektasi analis yang justru turun sebesar 2,8 juta barel.

Sementara, jumlah pasokan bensin AS meningkat 5,4 juta barel. Ini mencakup minyak diesel dan minyak pemanas yang naik 4,1 juta barel, di mana peningkatan keduanya dua kali lipat lebih besar dari ekspektasi analis.
Di sisi lain, tingkat pemanfaatan kilang turun 1,3 poin menjadi menjadi 90,6 persen dari total kapasitas. Kemudian, konsumsi bensin motor juga turun menjadi 8,8 juta barel per hari (bph).

Analis Energi Senior di Price Futures Group Phil Flynn menyatakan badai musim dingin yang membawa salju besar di beberapa negara bagian AS pekan lalu berdampak negatif pada permintaan bensin domestik. Situasi ini juga akhirnya membuat persediaan justru meningkat.

"Mobil-mobil orang diparkir dan Anda melihat penurunan besar dalam permintaan (bahan bakar). Tetapi kami tidak melihat ini sebagai tren, kami melihatnya sementara," kata Flynn, dikutip Kamis (12/12).

Sementara itu, Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) optimistis permintaan minyak akan lebih banyak pada tahun depan. Kelompok itu memperkirakan permintaan minyak mentahnya rata-rata 29,58 juta barel per hari tahun depan.
Dengan demikian, OPEC berharap harga minyak mentah dunia pada 2020 akan bergerak lebih positif dibandingkan tahun ini. Maklum, harga komoditas itu bergerak fluktuatif akibat perlambatan ekonomi global tahun ini.

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (10/12), harga minyak berjangka Brent tercatat naik tipis sebesar US$0,09 per barel ke level US$64,34 per barel. Lalu, harga minyak WTI menguat US$0,22 per barel menjadi US$59,24 per barel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025