Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Korsel Tambah Investasi Rp700 Miliar, Dukung Otomotif 4.0


Memorandum of Understanding (MoU) pada 10 September 2018 antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Dewan Riset Nasional (National Research Council/NRC) Korea Selatan kini masuk ke tahap selanjutnya, yaitu komitmen investasi sebesar US$50 juta pada 2020.

Investasi dari NRC itu muncul dalam acara The 1st Sub Joint Committee Meeting yang digelar di Bali pada pekan lalu. Acara ini membicarakan tentang kerja sama yang bisa dilakukan kedua pihak setelah penandatanganan MoU.
"Misalnya, kerja sama tentang joint research, policy support to specific entities, pertukaran staf atau tenaga ahli, memperluas networking di kalangan expert dan profesional, serta capacity building untuk pemerintah dan dunia usaha," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin, Harjanto, melalui keterangan resmi, Jumat (13/12).


Investasi US$50 juta ditujukan untuk meningkatkan kemampuan lima sektor industri manufaktur di dalam negeri yang masuk dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, yaitu makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, kimia, elektronik, dan otomotif.

Selain dari NRC, komitmen investasi untuk industri otomotif dalam negeri juga sudah disampaikan produsen asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company. Pada November, Hyundai menyatakan bakal menyalurkan investasi sebesar Rp21,8 triliun untuk periode 2019-2030.

Investasi dari Hyundai itu bakal digunakan buat mendirikan pabrik perakitan mobil dan komponen, pengembangan produksi massal, produksi mobil listrik, serta pusat riset dan penelitian.

Setelah The 1st Sub Joint Committee Meeting, Kemenperin dan NRC akan melaksanakan agenda lanjutan, yakni Capacity Building Program dan The 2nd Sub-Joint Committee pada Februari 2020. Acara pada tahun depan itu ditujukan untuk menarik minat publik terhadap kerja sama kedua pihak buat pengembangan industri 4.0.
Sekjen NRC Hong Keun Gil mengatakan Indonesia punya potensi pengembangan sebab memiliki jumlah penduduk 260 juta jiwa.

"Kami mencoba membangunnya bersama. Kami ingin mendorong revolusi industri 4.0 ini dengan transformasi yang besar, dengan perubahan yang tak pernah kita hadapi sebelumnya. Terkait industri, kita akan lakukan kerja sama," kata Gil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini