Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Batas Pengenaan Tarif Baru Makin Dekat, IHSG Diramal Melemah


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal melemah pada perdagangan Kamis (12/12). Laju indeks saham tertahan sentimen global.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan perkembangan perang dagang AS-China cenderung negatif. Di lain pihak, batas waktu kesepakatan dua negara makin dekat yaitu pada 15 Desember mendatang.

Pasalnya, pada tanggal tersebut AS akan memberlakukan tarif baru atas produk China sehingga pasar mengharapkan kesepakatan bisa tercapai sebelum tanggal 15 Desember.

"Kondisi itu memunculkan kekhawatiran bagi investor," kata Dennies dalam riset tertulisnya, Kamis (12/12).

Secara teknikal, ia bilang IHSG mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek. Ia memperkirakan indeks akan bergerak di rentang support 6.153-6.167 dan resistance 6.200-6.219.
"Investor juga cenderung wait and see menanti keputusan suku bunga The Fed," imbuhnya.

Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan IHSG berpotensi melemah. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.147-6.210.

"Kami proyeksi IHSG akan bergerak cenderung kembali tertekan," ujarnya.

Lanjar bilang babak akhir kesepakatan dagang AS-China penuh ketidakpastian. Kondisi ini menjadi sentimen buruk di pasar.
"Penasihat perdagangan AS menyatakan tidak memiliki indikasi bahwa Trump akan melakukan apa pun untuk pemangkasan tarif barang-barang impor China," ucapnya.

Selain itu, indeks saham juga tertekan setelah Komisi Uni Eropa mengenakan bea masuk anti subsidi (BMAS) terhadap biodiesel Indonesia sebesar 8 persen-18 persen. Ia menilai hal tersebut akan memberatkan kinerja produsen CPO.

"Pesimisme investor terhadap prospek sektor CPO masih menjadi katalis negatif," ujarnya.

IHSG terpantau melemah pada perdagangan Rabu (11/12). Indeks ditutup di level 6.180 merosot 3,4 poin atau 0,06 persen.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,11 persen ke posisi 27.911, S&P 500 bertambah 0,29 persen ke level 3.141, dan Nasdaq Composite naik 0,44 persen menjadi 8.654.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini