Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

'Curhat' Bos Softbank Pakai Insting dan Nyali Suntik Alibaba


Setelah mengalami kerugian, CEO Softbank Masayoshi Son masih mempercayai 'insting' untuk melakukan investasi.

Dilansir dari CNN, dalam forum yang mengundang dirinya dan Pendiri Jack Ma di Tokyo, Son menegaskan keyakinannya saat melakukan investasi. Son mengungkap investasi yang dilakukan didorong oleh nyali dan insting.

Dia pun membagikan kisah 'percaya dirinya' ketika menyuntikkan modal ke perusahaan e-Commerce milik Ma sebesar US$20 juta.

Dia berkisah, di antara pengusaha China yang Son temui saat berkunjung ke China pada 2000. Menurut Son, saat itu Ma satu-satunya pengusaha yang tidak meminta uang dan tidak memiliki rencana bisnis. Namun, Son mengenang Ma memiliki 'semangat pejuang' dan semangat bagaimana internet akan mengubah China.
"Jack adalah satu-satunya orang dengan mata berbinar dan [dia] menangkap hatiku," kata Son.

Son mengatakan dia kemudian harus bekerja untuk meyakinkan Ma untuk mengambil uangnya. Pertama kali, Son menawarkan Jack Ma sebesar US$50 juta.

Jumlah tersebut ditolak Ma karena dinilai terlalu banyak. Akhirnya Ma menerima US$20 dan Softbank mendapatkan 32 persen saham Alibaba. Softbank sempat menjual sedikit saham Alibaba dan saat ini memiliki sekitar 26 persen saham raksasa e-Commerce China.

Saat ini, Alibaba memiliki nilai hampir US$135 miliar. Son menyampaikan kepada pendiri startup China lainnya yang ia temui dalam perjalanan itu.
Gaya investasi 'emosional' Son sedang dalam sorotan beberapa bulan terakhir. Pasalnya, Son dan SoftBank memompa jutaan dolar ke WeWork.

WeWork sendiri membatalkan penawaran publik yang sangat dinanti-nantikan setelah investor mempertanyakan penilaian yang sangat tinggi dari startup dan praktik manajemen di bawah Neumann.

SoftBank akhirnya menebus WeWork dengan dana penyelamatan sebesar US$9,5 miliar.

Perusahaan lain dalam portofolio Vision Fund pun sedang mengalami kesulitan yakni Uber dan Slack. Saham keduanya turun sekitar 40% dari nilai tertinggi di bulan Juni.

Penurunan tersebut menyebabkan SoftBank melaporkan kerugian operasi hampir US$9 miliar untuk kuartal Juli hingga September.
Tapi Ma memberi Son dukungan. Ma memuji visinya tentang masa depan yang didorong oleh teknologi.

"Dia mungkin memiliki nyali terbesar di dunia dalam melakukan investasi. Sangat sedikit orang di dunia yang memiliki keberanian itu," kata Ma.

"Terlalu banyak nyali, kadang-kadang aku kehilangan banyak uang," Son menyela.

Pembicaraan keduanya tersebut membuat para hadirin tertawa. Son mengatakan ingin SoftBank bertahan lama setelah dia pergi, dan satu-satunya cara untuk memastikannya adalah mendukung ratusan perusahaan, teknologi, dan wirausahawan baru yang paling bersinar di zaman itu.
Son berkata bahwa dia tahu Ma adalah prospek bernilai miliaran dolar setelah beberapa menit melihatnya.

"Aku bisa mencium baunya. Kami berdua sedikit gila," kata Son.

"Ya, orang-orang bilang kita gila tapi kita tidak sebodoh itu, kan? Kita bisa gila, kita seharusnya tidak bodoh," jawab Ma.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini