Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Asosiasi Operator Keluhkan Ponsel 5G Belum Banyak Beredar


Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyebut konektivitas 5G belum bisa dinikmati pengguna di Indonesia karena perangkat ponsel yang didukung 5G belum banyak dibuat oleh para vendor ponsel.

Menurut Dewan Anggota ATSI Arief Mustain, nantinya 5G mesti didukung frekuensi 26 GHz sampai 28 GHz. Artinya, ponsel yang beredar saat ini belum mampu menangkap sinyal hingga 28 GHz.

"Sebenarnya bisa, tetapi masalahnya satu yaitu perangkat ponsel belum siap karena baru ada beberapa vendor ponsel yang meluncurkan ponsel khusus 5G. Ponsel 5G itu nantinya harus bisa menangkap sinyal sampai 28 GHz," ucapnya kepada awak media di acara Telco Outlook 2020 di Hotel Aston, Jakarta, Senin (2/12).


Lebih lanjut, kata Arief, salah satu masalah implementasi 5G di Indonesia ialah berbagi spektrum antar operator seluler. Sebab, konektivitas 5G membutuhkan spektrum yang lebar sampai 800 MHz.
Kebijakan berbagi spektrum dilakukan untuk menekan biaya lelang frekuensi 5G yang terbilang mahal.

"Menurut saya banyak yang harus menjadi perhatian, salah satunya berbagi spektrum karena 5G membutuhkan spektrum yang lebar sampai 800 MHz. Di beberapa negara sudah menerapkan kebijakan itu, seperti yang kita ketahui bahwa harga per mega-nya tentu mahal," terang Arief.

"Namun, di Indonesia tiap operator punya masing-masing spektrum, yang mana kualitas layanannya tidak bisa bagus," pungkasnya.

Terkait implementasi 5G di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Ismail sempat mengatakan 5G di Indonesia tidak harus terburu-buru.
Sebab, mempersiapkan infrastruktur 5G mesti didukung dengan pemerataan jaringan 4G terlebih dahulu.

"Operator menyiapkan pemerataan 4G sekarang dengan speed track-nya, ini jadi landasan nanti saat mengimplementasikan 5G karena core network penggunaan 4G akan dimanfaatkan untuk kebutuhan 5G. Jadi, masuk tepat waktu, tidak perlu terburu-buru dan tidak perlu terlambat," kata Ismail di kantor Kemenkominfo, 28 Oktober lalu.

Di sisi lain, Kemenkominfo tengah menyiapkan uji coba teknis pada beberapa frekuensi seperti 26 GHz dan 3,5 GHz untuk jaringan 5G.

Sedangkan untuk frekuensi 26 GHz, ada satu satelit yang saat ini masih mengisi slot tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)