Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Kominfo: Ada 3.901 Hoaks dari Agustus 2018-November 2019


Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut pihaknya telah mengidentifikasi total hoaks, kabar bohong, dan berita palsu sebanyak 3.901 sejak Agustus 2018 hingga November 2019.

Sedangkan selama bulan November 2019, setidaknya ada 260 hoaks yang teridentifikasi oleh mesin Automatic Identification System atau AIS Kemenkominfo.

"Dari penelusuran mesin AIS Kominfo, sepanjang Agustus 2018 sampai November 2019, jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian meningkat tajam hingga 501 item hoaks pada bulan April 2019," tulis Plt Kepala Biro Humas Ferdinandus Setu melalui keterangan pers, Senin (2/12).


"Hoaks politik yang marak muncul di bulan April, didominasi kabar bohong yang menyerang calon presiden dan wakil presiden, partai politik, peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu," sambungnya.
Kemenkominfo pun menyebut hoaks kategori politik sepanjang Agustus 2018 sampai November 2019 mencapai 973, disusul 743 hoaks pada kategori pemerintahan, 401 hoaks kategori kesehatan, dan 307 kategori lainnya.

Selain itu, 242 hoaks kategori fitnah, 216 hoaks kategori internasional dan sisanya terkait bencana alam, agama, penipuan, mitos, perdagangan, dan pendidikan.

Tim AIS sendiri dibentuk pada Januari 2018 untuk melakukan pengaisan, identifikasi, verifikasi, dan validasi terhadap seluruh konten yang beredar di platform digital.




Saat ini, tim AIS Kemenkominfo berjumlah 100 personil yang bekerja selama 24 jam. Masyarakat pun dihimbau jika menemukan konten yang diragukan kebenarannya, dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email aduankonten@kominfo.go.id atau akun Twitter @aduankonten dan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp di nomor 081-1922-4545.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025