Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pemerintah Kaji Daya Bulog Salurkan Beras Bantuan Nontunai


Pemerintah tengah mengkaji kemampuan Perum Bulog dalam menyalurkan beras program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun depan. Sebelumnya, Bulog akan kembali memasok kebutuhan beras program bantuan sosial (bansos) yang semula berupa beras sejahtera (rastra) menjadi BPNT.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan seluruh pihak yang terlibat dalam program BPNT tengah melakukan sinkronisasi data kebutuhan dan kemampuan penyaluran. Mulai dari Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, Perum Bulog, dan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) yang menjadi agen penyaluran.

"Saat ini datanya belum ada, berapa sih sebenarnya yang dibutuhkan, terus dari Himbara datanya seperti apa belum ada juga," ungkapnya usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (26/12).
Bila data dari masing-masing pihak yang terlibat sudah sinkron, sambungnya, barulah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan mengambil keputusan. Ia mengatakan kemungkinan perlu satu kali rapat lagi untuk memfinalisasi kebijakan ini.
"Saat ini belum ada keputusan apa-apa, minggu depan (baru ada), karena belum ada kesiapan data dari beberapa kementerian. Jadi belum bisa dicek sama Pak Menko," terangnya.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan belum ada estimasi kebutuhan anggaran untuk program tersebut. Pasalnya, belum ada finalisasi estimasi kuota beras yang dibutuhkan, sehingga belum bisa dinilai secara anggaran.

"Tergantung itu (finalisasi kuota kebutuhan beras), (tetapi) itu belum diputuskan. Next step (langkah berikutnya) baru kami klarifikasi atas (data) valid dari Kemensos dan Himbara. Tapi mulai Januari (sudah mulai) agar bisa lebih maksimal dibandingkan tahun lalu," terangnya.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menambahkan keputusan Bulog menyalurkan kebutuhan beras BPNT sesuai instruksi rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada beberapa waktu lalu.




Keputusan ini diambil agar tidak ada beras Bulog yang berpotensi terbuang percuma seperti tahun ini.

"Itu sudah landasannya dari Inpres," pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini