Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Pemerintah Kaji Daya Bulog Salurkan Beras Bantuan Nontunai


Pemerintah tengah mengkaji kemampuan Perum Bulog dalam menyalurkan beras program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun depan. Sebelumnya, Bulog akan kembali memasok kebutuhan beras program bantuan sosial (bansos) yang semula berupa beras sejahtera (rastra) menjadi BPNT.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan seluruh pihak yang terlibat dalam program BPNT tengah melakukan sinkronisasi data kebutuhan dan kemampuan penyaluran. Mulai dari Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, Perum Bulog, dan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) yang menjadi agen penyaluran.

"Saat ini datanya belum ada, berapa sih sebenarnya yang dibutuhkan, terus dari Himbara datanya seperti apa belum ada juga," ungkapnya usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (26/12).
Bila data dari masing-masing pihak yang terlibat sudah sinkron, sambungnya, barulah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan mengambil keputusan. Ia mengatakan kemungkinan perlu satu kali rapat lagi untuk memfinalisasi kebijakan ini.
"Saat ini belum ada keputusan apa-apa, minggu depan (baru ada), karena belum ada kesiapan data dari beberapa kementerian. Jadi belum bisa dicek sama Pak Menko," terangnya.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan belum ada estimasi kebutuhan anggaran untuk program tersebut. Pasalnya, belum ada finalisasi estimasi kuota beras yang dibutuhkan, sehingga belum bisa dinilai secara anggaran.

"Tergantung itu (finalisasi kuota kebutuhan beras), (tetapi) itu belum diputuskan. Next step (langkah berikutnya) baru kami klarifikasi atas (data) valid dari Kemensos dan Himbara. Tapi mulai Januari (sudah mulai) agar bisa lebih maksimal dibandingkan tahun lalu," terangnya.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menambahkan keputusan Bulog menyalurkan kebutuhan beras BPNT sesuai instruksi rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada beberapa waktu lalu.




Keputusan ini diambil agar tidak ada beras Bulog yang berpotensi terbuang percuma seperti tahun ini.

"Itu sudah landasannya dari Inpres," pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)