Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Rencana Damai Dagang AS-China Dorong Harga Minyak Naik


Harga minyak mentah dunia berakhir di zona hijau pada perdagangan Kamis (12/12). Penguatan terjadi karena timbul harapan di pasar bahwa Amerika Serikat (AS) dan China akan segera mencapai kesepakatan perang dagang fase pertama.

Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent naik sebesar US$0,48 per barel ke level US$64,2 per barel. Kemudian, harga minyak WTI meningkat US$0,42 per barel menjadi US$59,18 per barel.

Presiden AS Donald Trump menuliskan dalam akun pribadi twitter nya bahwa AS sudah hampir sepakat dengan China. Terlebih, AS juga sedang mempertimbangkan penundaan tarif yang akan berlaku pada 15 Desember 2019 mendatang.

"Sulit untuk menarik kesimpulan tegas dari situasi saat ini. Tampaknya sudah dekat (dengan kesepakatan). Tapi semua pihak sudah menunggu kesepakatan perang dagang ini terjadi," ungkap Wakil Presiden Riset Pasar Tradition Energy Gene McGillian, dikutip Jumat (13/12).
Salah satu sumber menyatakan AS dan China sebenarnya telah mencapai kesepakatan perdagangan secara prinsip. Sumber itu menyebut AS akan segera mengumumkan hal tersebut.

Trump sendiri telah berdiskusi dengan penasehat perdagangan utamanya kemarin. Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan kepada senator bahwa Gedung Putih akan segera mengumumkan keputusan AS terkait pengenaan tarif bea impor terhadap produk China.

Seluruh informasi ini menjadi angin segar untuk harga minyak. Maklum, perkembangan perang dagang AS dan China akan mempengaruhi prospek permintaan minyak ke depannya.

Jika prospeknya buruk, maka harga minyak juga akan bergerak negatif. Sebaliknya, jika pemintaan meningkat, artinya harga komoditas itu bakal menguat.

Sebelumnya, harga minyak dunia melorot karena pasokan di AS meningkat. Harga minyak Brent terkoreksi sebesar US$0,62 per barel ke level US$63,72 per barel dan WTI turun US$0,48 per barel menjadi US$58,76 per barel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025