Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Realme Dukung Ponsel China Bersatu 'Buang' Aplikasi Google


Realme mengatakan aliansi vendor ponsel asal China sedang menyiapkan berbagai fitur dalam sistem operasi ponsel agar bisa lepas dari cengkeraman Google.

Aliansi bernama Global Developer Service Alliance (GDSA) ini disebut Realme saat ini telah mengembangkan fitur berbagi nirkabel, seperti Air Drop yang dikhususkan untuk ponsel China.

Public Relations Manager Realme Indonesia, Krisva Angnieszca mengatakan saat ini Realme telah mempunyai fitur seperti Air Drop yang bernama Realme Share. Fitur ini tak hanya berfungsi untuk berbagi data antar ponsel Realme, tapi juga antar ponsel vendor yang tergabung dengan GDSA. Saat ini Realme telah tergabung alam GDSA.


"Untuk bergabung aliansi itu, kita bisa membagikan data ke perangkat lain [ke merek lain dari aliansi]," kata Krisva kepada awak media di bilangan Melawai, Jakarta Selatan, Jumat (14/2).
Krisva menolak menjelaskan apakah aliansi sedang mengembangkan platform baru untuk mengganti Google Play Store. Akan tetapi, ia mengatakan ponsel merek-merek lain sudah menyatakan bahwa aliansi sedang mengembangkan platform baru tersebut.

"Sebenarnya memang beberapa brand menyatakan [pengembangan pengganti Google Playstore). Cuma untuk lebih detilnya, kita belum bisa share cuma kalau ditanya Realme berpartisipasi bisa dibilang iya," kata Krisva.




Sebelumnya, Ponsel asal China, Huawei, Xiaomi, Oppo dan Vivo dikabarkan bekerja sama membuat satu platform baru untuk melawan Play Store, toko aplikasi milik Google. Tujuan dari pengembangan ini untuk menantang dominasi Google Play Store.

Keempat perusahaan tersebut mengembangkan platform baru bersama di bawah Global Developer Service Alliance (GDSA) yang bisa diakses sejumlah ponsel China lain.

Platform baru ini direncanakan bisa beroperasi di sembilan negara, mulai India, Rusia dan Malaysia, termasuk Indonesia. Bahkan Playstore versi China tersebut disebut paling cepat meluncur pada Maret 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini